SBY Galakkan Gerakan Nasional Berantas Flu Burung
Senin, 14 Nov 2005 16:15 WIB
Jakarta - Wabah flu burung menyedot perhatian pemerintah. Presiden SBY menyerukan gerakan nasional memberantas virus maut itu."Kita perlu melakukan gerakan nasional tentang bagaimana melakukan langkah intensif memberantas flu burung," kata SBY.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers usai rapat kabinet terbatas mengenai flu burung di Kantor Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (14/11/2005).Menurut SBY, kasus flu burung masih menunjukkan tanda-tanda kerawanan, meski tidak ada lonjakan secara dramatis kasus flu burung di Indonesia."Kami juga akan melibatkan perguruan tinggi, LSM, dan pakar untuk melakukan sosialisasi," ujar SBY.Dia menjelaskan prioritas program tahun 2006 akan difokuskan pada pencegahan dan penanganan. Program pencegahan dilakukan untuk hewan-hewan yang dimungkinkan terinfeksi flu burung. Program ini akan dipimpin Departemen Pertanian (Deptan). Sedangkan untuk penanganan akan difokuskan bagi manusia yang terinfeksi virus flu burung.SBY mengaku ketersediaan obat dan perlengkapan untuk menangani flu burung masih jauh dari memadai. Dia mencontohkan ketersediaan obat flu burung, Tamiflu, baru mencapai 750 ribu tablet. Padahal idealnya mencapai 20 juta tablet."Kita masih mengusahakan pengadaannya di tingkat global, dan kita berharap mendapat lisensi," kata SBY.SBY menambahkan pemerintah akan menambah personal protection equipment. Alat ini akan ditambah jumlahnya di rumah sakit.Tinjau DanaDalam kesempatan itu, SBY menyatakan Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani, Menkes Siti Fadilah Supari, dan Mentan Anton Apriantono akan meninjau anggaran penanganan flu burung yang ada di Deptan sebanyak Rp 200 miliar dan Depkes sebesar Rp 150 miliar."Anggaran ini akan ditinjau kembali, karena selain dari APBN, kita juga akan mendapat hibah dari bank dunia," kata SBY.Selain itu, lanjut SBY, pemerintah akan membuat desk penanganan flu burung yang berada di Kementerian Kesra. Posko ini akan memantau penanganan flu burung selama 24 jam. "Saya berharap semua pihak bisa membantu sosialisasi dan edukasi, dan jangan dianggap enteng," imbau SBY.Lebih lanjut, SBY menyatakan pemerintah memberikan atensi khusus penanganan flu burung di daerah Jabodetabek. Pasalnya, dari 7 orang yang meninggal, sebagian besar berada di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat."Pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus terhadap burung-burung merpati karena unggas ini potensial untuk menyebarkan virus flu burung.Pemerintah akan melakukan pengecekan dari rumah ke rumah untuk meyakinkan bahwa setiap rumah aman. Sedangkan untuk daerah terpencil, pemerintah akan melibatkan personel TNI," urai SBY.SBY membantah pemerintah lamban dalam menangani kasus flu burung. "Kalau lamban itu ada kejadian yang dibiarkan. Ada masalah yang dihadapi pemerintah terkait pemusnahan unggas yang terinveksi virus flu burung. Ini menyangkut keterbatasan finansial, sehingga perlu dicari penyelesaian terbaik. Sebenarnya Indonesia di forum internasional dinilai cukup responsif dengan transparansi penanganan yang baik," kata SBY.
(aan/)











































