Bapak-Anak Pemalsu STNK Diciduk, Polisi Cari Tahu Keterlibatan Orang Dalam

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 13:24 WIB
Foto: Barang bukti buku KIR dan STNK palsu (Sachril-detikcom)


Budhi mengungkap, BS awalnya beroperasi sendiri. Ketika RA lulus SMK, BS langsung mengajari anaknya untuk memalsukan buku KIR.

Dia menjelaskan, kedua pelaku yang diamankan pada Jumat, 8 November 2029 lalu ini, memiliki peran masing-masing. BS, sebagai marketing atau biro jasa. Sementara RA, yang mencetak buku KIR, juga memalsukan tanda tangan dan stempel.



Lainnya Budhi mengatakan, polisi juga akan menelusuri pihak-pihak yang membeli buku KIR palsu tersebut. Polisi, akan mencari apakah pihak yang bersangkutan, sebagai korban atau ikut bekerjasama dengan pelaku.

Tambah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono, kerugian negara akibat buku KIR palsu ini sekitar Rp 10 miliar.

"Harga Rp 350 ribu per uji KIR, dia dari 2007 (memalsukan buku KIR). Kerugian sekitar Rp 10 miliar," tutur Wirdhanto.

Wirdhanto mengatakan, para pelaku ini menjanjikan buku KIR tanpa pengecekan kendaraan. "Iya, bahasa dia 'tembak'," tutur Wirdhanto.

Dari hasil penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa 3 unit handphone, 1 komputer rakitan, 2 printer, 1 mesin press, 1 laptop, berbagai macam stempel, 6 lempeng plat peneng, 1 palu berbahan kayu, 1 set ketokan plat angka dan abjad 6 mm 1/4", 405 buku KIR, 811 lembar stiker masa berlaku uji berkala, 15 kartu pengawasan izin penyelenggaraan angkutan barang, dan 4 pack stiker transparan kuning.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.
Halaman

(rvk/rvk)