Takut Kualat, Semua Orang Takut Bongkar 'Bunker Bom Azahari'

Takut Kualat, Semua Orang Takut Bongkar 'Bunker Bom Azahari'

- detikNews
Senin, 14 Nov 2005 16:12 WIB
Bojonegoro - Polisi kesulitan mencari orang yang siap membongkar bunker di kawasan hutan Tretes Dusuk Betek, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, yang diduga sebagai tempat penyimpanan bahan bom milik Azahari. Warga setempat takut membongkar, karena takut kualat. Ada apa? "Penggalinya saja saya minta untuk membongkar tidak berani. Siapa yang berani, silakan," ujar Kapolres Bojonegoro, AKBP Harry Wibowo kepada wartawan di lokasi bunker, Senin (14/11/2005). Menurut Kapolres, warga tidak berani membongkar, karena takut kualat. Namun ia tetap memastikan upaya pengungkapan misteri bunker itu tetap akan dilakukan. "Biar semuanya jelas dan transparan," kata Kapolres. Memang, sikap takut kualat ini dibenarkan Agus Sunarto, sang penggali bunker tahun 2001 lalu itu. Kepada detikcom yang menemuinya, Agus mengaku, setelah dirinya dan dua rekannya menyemen tempat itu tahun 2001, si pemberi order menyatakan, bila ada orang yang berani membongkar timbunan itu akan kualat hingga tujuh turunan."Anak saya sebulan setelah saya menggali, meninggal. Begitu pula dua anak balita dua rekan saya yang menggali. Tapi belum pasti juga jika dikarenakan kualat atau jadi tumbal," kata Agus didampingi ayahnya, Mohammad Bisri di rumahnya di Dusen Betek. Pantauan detikcom, hingga pukul 15.00 WIB, anggota Polres Bojonegoro yang sebelumnya menjaga lokasi 'bunker' dengan senjata laras panjuang berangsur-angsur ditarik. Kapolres menyerahkan sepenuhnya kepada KPH Perhutani yang mempunyai lahan.Sedangkan menurut keterangan Paiman, Kepala Dusun Batek, Kec Gondang, bahwa yang melakukan penimbunan pada empat tahun lalu itu adalah orang berasal dari Yayasan J Suryo Tranggono SMW, Lembaga Javanologi Surabaya. "Tiga orang sempat menginap semalam di rumah saya. Setelah itu mendirikan tenda di lokasi sekitar sebulan lamanya," katanya. Salah satunya berjenggot yang mengaku dari Kediri. (asy/)


Berita Terkait