Menurut keterangan Imran Purba salah seorang guru di sekolah itu, api mulai terlihat pada hari Minggu (10/11/2019) jam 09.30 WIB. Menurut Imran, keempat ruangan Pesantren YPMA yang terbakar adalah kantin, ruangan guru, ruangan kepala sekolah dan aula.
"Ini ruangannya ada empat yang terbakar, aula, ruangan guru, ruangan kepala sekolah dan kantin. Tadi pertama sekali dilihat keluarga yayasan yang menjaga sekolah, sekitar jam 09.30 WIB," ungkap Imran di lokasi kejadian (10/11/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penyebab kebakaran, menurut Imran terjadi karena adanya hubungan arus pendek Listrik.
"Sepertinya karena konsleting listrik, tadi apinya dari atas munculnya. Trus membesar karena tabung gas yang ada di kantin ikut meledak," jelas Imran.
Lebih lanjut Imran menerangkan kerugian dari kebakaran gedung SD YPMA ini berkisar Rp. 350 jt. "Sekitar Rp. 350 juta. Diluar ijazah dan berkas-berkas penting yang ludes terbakar," lanjut Imran.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 11.05 WIB. Setidaknya ada 6 unit pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api yang menghanguskan gedung SD Pesantren YPMA ini.
Halaman 2 dari 2











































