Kisah Operasi Zebra di Riau, Ditilang Polisi Berujung Dapat Kerjaan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 12:56 WIB
Foto: Pria yang ditilang polisi kini dapat pekerjaan (Haidir-detikcom)


Ketika Maruly masih berhadapan dengan petugas Lantas lainnya, Hairul pun berbincang dengan istrinya yang juga bermohon agar kendaraan suaminya tidak ditilang. Apa lagi, istrinya mengaku hamil anak pertamanya usia tiga bulan.

Hairul memang tegas bahwa kesalahan tetap ditindak. Hanya saja kepada istri Maruly dia sampaikan, urusan dana tilang dan bayar pajak kendaraan yang sudah 3 tahun tak dibayarkan, akan menjadi tanggungan pribadinya. Dia meminta, agar usai ditilang menghadap ke Kantor Lantas di Duri. Satu sisi saat razia ini gelar masyarakat ramai menonton.

Mendapat keterangan itu, istri Maruly terharu, dia menangis karena tidak menyangka bila dana tilang dan pajak kendaraan motornya dibayarkan Kasat Lantas.

Namun apa yang terjadi akibat istri si pengendara ini menangis?. Maruly yang lagi menunggu surat tilang melihat gelagat yang aneh terhadap istrinya yang menangis. Dia langsung menghampiri Kasat Lantas dan sempat mendorong bahunya.

Maruly marah, dia merasa urusan tilang menilang jangan melakukan penekanan terhadap istrinya. Maruly tak senang, melihat istrinya menangis yang dianggapnya ulah Kasat Lantas. Sempat terjadi cek cok mulut di tengah kerumunan masyarakat.

Kasat Lantas bingung melihat kondisi yang terjadi. Dia tak mau ada keributan, apa lagi ditonton masyarakat. Niatnya membantu bayarkan dana tilang, dianggap melakukan penekanan ke istri Maruly.

Maruly sempat berucap yang kurang enak didengar. "Kami ini orang susah, kalau mau ditilang ya tilang saja, tapi istri saya jangan bapak buat menangis. Biar Tuhan saja yang akan membalas perbuatan bapak," kata Maruly sebagaimana dituturkan Hairul.

Hairul bingung setengah mati, satu sisi Maruly tetap emosi, dan tak menerima istrinya menangis sesunggukan. Hairul meminta agar Netawati menjelaskan ke suaminya tidak ada unsur penekanan apapun terkait tilang tersebut. Apa lagi warga kian ramai melihat kondisi itu.

"Saya bingung mau menjelaskan bagaimana, karena dia tetap emosi. Menyangka saya berbuat yang aneh-aneh ke istrinya. Saya suruh istrinya untuk menjelaskan. Akhirnya mereka berbicara dengan bahasa Batak, saya juga tidak nengeri. Suaminya agak reda sedikit, tapi tetap kelihat masih marahlah sikitlah," kata Hairul sembari tertawa.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4