JK Yakin 99,9 Persen Masjid-Musala Aman Dari Paham Radikal

JK Yakin 99,9 Persen Masjid-Musala Aman Dari Paham Radikal

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 00:58 WIB
JK Yakin 99,9 Persen Masjid-Musala Aman Dari Paham Radikal
Foto JK bersama Gubernur Anies Baswedan: Pradita Utama
Jakarta - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) meyakini masjid dan musala di Indonesia tidak terpapar radikalisme. JK menyebut jika dipersentase dari 1 juta masjid dan musala di Indonesia, 99,9 persen itu bebas dari paham radikal.

"Tidak mungkin sejuta ini terpapar. Mungkin ada 1-2 atau 4 orang yang bicara radikal. Tapi ada 1 juta masjid dan musala, 99,9 persen itu aman," kata JK seusai acara groundbreaking Masjid Apung, Ancol, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengatakan pencegahan radikalisme bisa dimulai dari materi-materi dakwah. Menurutnya, dengan mempersiapkan dai-dai yang baik salah satu mencegah paham radikalisme masuk ke Indonesia.

"Tentu ialah perbaikan ke arah para pendakwah juga tentu mempersiapkan dai-dai yang memang baik, moderat, yang punya pemahaman agama yang cukup," kata Wapres ke-10 dan ke-12 RI ini.



Sebelumnya, JK juga sudah bicara soal masjid yang terpapar radikalisme. Ucapan JK menanggapi pernyataan BIN soal sedikitnya ada 51 penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 masjid.

JK berharap semua pihak agar dapat membedakan mana materi ceramah yang menyampaikan materi amar ma'ruf nahi munkar dan mana yang dinilai radikal.

"Berita minggu ini, itu banyaknya masjid yang terpapar radikalisme. Mula-mulanya saya terkejut, saya pikir terkapar begitu kan, ternyata terpapar, saya pikir apa artinya terpapar, terpapar paparan ini identifikasi (radikal)," kata JK saat memberi sambutan di acara pembukaan Rakernas DMI, Jumat (23/11/2018) lalu.

"Saya sudah bicara dengan Kepala BIN, Pak Budi Gunawan tentang hal ini (masjid terpapar radikalisme), dan saya diberikan daftarnya, ada yang ringan, ada yang menengah, ada yang berat. Jadi diukur dari penceramah," jelas JK di kesempatan berbeda.



JK menilai dari jumlah masjid dan musala yang begitu banyak di Indonesia, wajar jika jadi kekhawatiran saat ada 100 ribu yang sudah terpapar radikalisme.

Meski 41 masjid terpapar radikalisme dinilai sedikit, namun JK tak mau menganggap enteng. Untuk itu, pemerintah khususnya DMI akan memberi pemahaman Islam yang wasatiah atau penengah kepada para penceramah masjid.

"Tentu ada saja masalahnya (masjid terpapar radikal), tapi kita luruskan, kita (lakukan) pendekatan pada ustaz-ustaznya untuk bertemu dan ada satu cara untuk Islam yang wasatiyah, yang menengah," ujarnya.





Cegah Radikalisme Ala JK: Masjid Diisi Dai yang Moderat:

[Gambas:Video 20detik]



Halaman 2 dari 2
(zap/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads