detikNews
2019/11/10 00:51:33 WIB

Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 2
Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019 Spesies burung baru ditemukan di Pulau Rote yang dinamai Iriana (dok KLHK)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2019. Burung pengisap madu asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nama ilmiahnya memakai nama Ibu Negara, Iriana, diumumkan sebagai Ikon Satwa Nasional 2019.

"Telah terpilih sebagai Ikon Puspa Nasional Tahun 2019 adalah Saninten (Castanopsis argentea) dan sebagai Ikon Satwa Nasional yaitu Burung Isap Madu Rote (Myzomela irianawidodoae)," demikian sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya yang dibacakan Kabiro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi, Sabttu (9/11/2019).


Acara ini digelar di Area Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat dengan mengangkat tema 'Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul'. Penetapan Ikon Puspa dan Satwa ini untuk memperkenalkan serta mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati sebagai aset yang harus dijaga dari kepunahan di habitat aslinya di alam Indonesia.

Burung Isap Madu Rote ditemukan peneliti biologi LIPI pada Okober 2017 lalu. Habitat burung kecil berukuran panjang tubuh 11,8 cm ini berada di hutan, semak-semak, kebun, dan pohon yang sedang berbuah. Ia juga menyukai serangga kecil seperti laba-laba.

Burung Pengisap Madu yang Dinamai Iriana Jadi Ikon Satwa Nasional 2019Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2019 (Foto: Dok. KLHK)


"Pemberian nama Ibu Negara atas burung ini sebagai wujud penghargaan kepada Ibu Iriana Joko Widodo, yang dinilai sangat memperhatikan kehidupan burung. Burung Iriana ini masuk dalam keluarga Meliphagidae di mana semua jenisnya merupakan burung dilindungi. Ancaman burung ini cukup tinggi, karenanya para peneliti merekomendasikan agar IUCN (Badan Konservasi Dunia) agar memasukkannya dalam kategori rentan/vurnerable," bebernya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com