detikNews
Sabtu 09 November 2019, 21:49 WIB

Eks Staf Ahok Temukan 27 Anggaran Janggal di Dinas Pendidikan DKI

Farih Maulana Sidik - detikNews
Eks Staf Ahok Temukan 27 Anggaran Janggal di Dinas Pendidikan DKI Ima Mahdiah menemui warga saat reses DPRD DKI Jakarta (Farih/detikcom)
Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Ima Mahdiah menyisir anggaran di dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020. Hasilnya, dia menemukan sejumlah rencana anggaran janggal yang diajukan oleh Dinas Pendidikan DKI.

"Contohnya anggaran dari pasir Rp 52 miliar. Ini di Suku Dinas Jakarta Pusat, di situ tulisannya alat peraga bukan sarana prasarana. Apakah sarana prasarana pasir sampai Rp 52 miliar? Ini kan menurut saya tidak masuk akal. Nah di situ ditulisnya alat peraga total Rp 52 miliar, untuk detailnya itu untuk penyediaan biaya operasional pendidikan sekolah menengah pertama negeri sekitar Rp 5 miliar. Kedua mengenai BOP SMK bisnis manajemen Rp 16 miliar, terus SMK Negeri teknologi Rp 16 miliar. Di sini tulisannya adalah alat peraga," jelas Ima di sela-sela kegiatan reses, di Jl Arteri Kelapa Dua, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar, Sabtu (9/11/2019).



Eks staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini menyebut mendapatkan data setelah rapat pembahasan anggaran. Dia meminta soft copy rencana anggaran, kemudian menemukan sejumlah dana yang, menurutnya, tidak masuk akal.

"(Data) dari Pemprov, langsung dari dinas pendidikan," jelasnya.

Rencana aggaran Pemprov DKI.Rencana anggaran Pemprov DKI. (Foto: dok. Istimewa)


Ima juga menyoroti besaran anggaran untuk pengadaan penghapus cair hingga helm proyek. Dia menemukan ada rencana pengadaan penghapus cair yang biayanya sampai Rp 31,6 miliar.

"Kan saya juga pernah sekolah SD, SMP, SMA dan ponakan saya juga banyak yang sekolah. Cuma nggak pernah dapat yang namanya penghapus cair," katanya.




Berikut volume-anggaran janggal temuan Ima Mahdiah:

1. Ballpoint -- 7.105.256 -- Rp 633,6 miliar
2. Tinta printer -- 314.420 -- Rp 258,3 miliar
3. Laptop -- 19.977 -- Rp 217,4 miliar
4. Komputer PC -- 12.323 -- Rp 206,7 miliar
5. Kertas F4 -- 2.911,403 -- Rp 186,7 miliar
6. Buku guru tematik kelas II -- 6.439.681 -- Rp 127,7 miliar
7. Lem Aibon -- 685.892 -- Rp 126,2 miliar
8. Meja tulis -- 95.792 -- Rp 105,3 miliar
9. Buku folio -- 1.063.413 -- Rp 78,7 miliar
10. Tinta/toner printer -- 28.272 -- Rp 59,1 miliar
11. Kursi murid -- 94.289 -- Rp 53,04 miliar
12. Pasir -- 172.952 -- Rp 52,1 miliar
13. Tinta printer laserjet -- 54.219 -- Rp 43,4 miliar
14. Thinner -- 438.331 -- Rp 40,1 miliar
15. Balliner -- 235.019 -- Rp 37,3 miliar
16. Helm proyek -- 456.960 -- Rp 34,2 miliar
17. Kalkulator -- 105.600 -- Rp 31,6 miliar
18. Penghapus cair -- 97.747 -- Rp 31,6 miliar
19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936) -- 8.500 -- Rp 26,05 miliar
20. Cat minyak berwarna -- 81.650 -- Rp 19,7 miliar
21. Cat tembok -- 29.907 -- Rp 18,9 miliar
22. Kaca bening -- 118.046 -- Rp 18,5 miliar
23. Toner printer -- 10.031 -- Rp 16,5 miliar
24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil -- 356.792 -- Rp 16,1 miliar
25. Rotring -- 26.016 -- Rp 15,6 miliar
26. Lemari -- 2.686 -- Rp 10,4 miliar
27. Air mineral -- 557.959 -- Rp 10,1 miliar
(fas/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com