Di Rapimnas, Moeldoko Minta HKTI Bantu Pemerintah Kurangi Impor Pangan

Rahel Narda - detikNews
Sabtu, 09 Nov 2019 16:24 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Moeldoko  (Rahel Narrda/detikcom)
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Moeldoko (Rahel Narrda/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Moeldoko mengatakan kekuatan organisasinya ada di gabungan kelompok tani (gapoktan). Dia meminta HKTI mempunyai program agar kebutuhan petani dapat direalisasikan Menteri Pertanian (Mentan).

"Kalau para ketua DPP sudah nyentuh sampai gapoktan, sungguh seluruh program kegiatan para petani itu bisa kita dampingi dengan baik karena Menteri Pertanian hanya mendengar ajuan-ajuan melalui gapoktan, tidak mau mendengar dari yang lain, ya," kata Moeldoko, Sabtu (9/11/2019).

Hal tersebut disampaikan Moeldoko dalam pidatonya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI 2019 di Discovery Ancol Hotel, Jalan Lodan Timur, Ancol, Jakarta Utara. Dia berharap Indonesia tak lagi melakukan impor.


Moeldoko mengaku sempat mengajak Mentan Syahrul Yasin Limpo panen. Dia menunjukkan panen hasil bibit padi M70D yang dapat dipanen dalam waktu 75-80 hari.

"Kemarin saya membawa Mentan melihat langsung ke lapangan ya. Itu luar biasa, betul-betul luar biasa. M70D usianya kurang-lebih 75 hari sampai 80 hari. Tapi nggak akan saya ubah namanya karena udah keburu 70D. Nggak mungkin saya ubah jadi 80D, nanti bingung orang," ujarnya.

"Usianya antara 75-80 hari itu sudah memberikan penghematan 30 hari. Karena rata-rata padi kita itu usianya 110-115 hari. Hasilnya 8,8 ton kemarin. Ya. Itu bukan sampling. Kalau sampling-nya itu 9 (ton) lebih. Itu pakai sekian meter kali sekian meter. Setelah itu baru dikonversi secara keseluruhan dalam 1 hektare. Ini hasil riil, hasil nyata," sambung Moeldoko.


Dia meminta HKTI membantu pemerintah mencapai tujuan kedaulatan pangan. Moeldoko mengatakan, jika Indonesia melakukan impor beras, hal itu jadi tamparan HKTI.

Selanjutnya
Halaman
1 2