Mahasiswa Tabur Bunga Peringati 7 Tahun Tragedi Semanggi I
Senin, 14 Nov 2005 15:01 WIB
Jakarta - Bunga warna merah dan putih bertaburan di jalur lambat Jalan Sudirman, yakni tepat di depan kampus Universitas Atmajaya, Jakarta. Sekitar 300 mahasiswa dan aktivis memperingati tujuh tahun Tragedi Semanggi I.Acara berlangsung sejak pukul 12.00 WIB, Senin (14/11/2005). Peringatan ini sekaligus mengenang lima mahasiswa dan tiga warga yang tewas dalam insiden tersebut. Massa mendesak penuntasan kasus Trisakti, Semanggi I dan II melalui Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc.Para mahasiswa dan aktivis gerakan yang hadir itu berasal dari BEM Usakti, Forum Mahasiswa Nasional Reformasi UI, Forum Aliansi Mahasiswa YAI, GMNI UKI, Kontras, Kompak, dan Gempur.Acara diawali dengan orasi-orasi. Dalam orasinya, mahasiswa menuntut pencabutan rekomendasi DPR tentang kasus Trisakti, Semanggi I dan II. Mereka juga mendesak Presiden SBY membersihkan lembaga penegak hukum dari pejabat yang tidak memiliki komitmen terhadap penegakan HAM.Selanjutnya, mereka mendesak DPR agar meminta presiden menerbitkan keppres tentang pembentukan pengadilan ad hoc untuk penuntasan kasus Trisakti, Semanggi I dan II. Mereka juga menyatakan menolak impunitas atau pengampunan terhadap para pelaku pelanggar HAM, dan menolak Komando Teritorial TNI.Acara kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga. Bunga warna merah dan putih itu ditaburkan pada sebuah pocong yang direbahkan di jalan. Di depan pocong itu dipasang batu nisan bertuliskan "Nama: Keadilan, Lahir: 1945, Wafat: 1998".Peringatan Tragedi Semanggi I ini juga dihadiri Sumarsih, ibu dari Bernardus R Norma Irmawan alias Wawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya angkatan 1996 yang tewas akibat terkena peluru tajam. Sumarsih datang untuk menabur bunga di halaman parkir kampus.
(gtp/)











































