Hindari Keraguan, Polri Perlu Transparan Soal Mayat Azahari
Senin, 14 Nov 2005 14:45 WIB
Jakarta - Sejumlah kalangan masih meragukan tewasnya Azahari. Pihak keluarga pun mengaku tidak yakin. Lantas? Polri perlu transparan ke publik terhadap mayat dan identitas gembong teroris ini.Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Lukman Ahkim Syaefuddin kepada detikcom di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2005)."Sebaiknya pihak kepolisian bekerja secara transparan. Dibuka betul, kalau ada sidik jari yang dahulu bagaimana, yang sekarang bagaimana," kata Lukman.Menurutnya, jika aparat kepolisian sudah membuka identitas Azahari secara transparan dan memberikan kesempatan bagi pers dan pihak terkait secara langsung melihat mayat Azahari, maka akan menghilangkan keragu-raguan tersebut."Kalau ditutup-tutupi terus, nanti akan semakin subur dugaannya. Jika perlu tes DNA, ya dilakukan. Nanti dengan sendirinya akan hilang praduga tersebut," terangnya.Dikatakan Lukman, polisi masih kurang transparan karena mayat Azahari tidak bisa dilihat kecuali oleh orang tertentu, seperti keluarganya. "Sejauh tidak dibuka akan selalu muncul kecurigaan," imbuhnya.
(san/)











































