Kala Menteri Agama Diminta Belajar Agama

Round-Up

Kala Menteri Agama Diminta Belajar Agama

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 20:00 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Foto: Lamhot Aritonang)
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi diminta belajar agama oleh anggota Komisi VIII DPR RI Ali Taher. Ali tak sepakat jika isu-isu radikalisme terus diangkat.

Pernyataan itu disampaikan Ali dalam rapat kerja di DPR Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Dalam rapat itu Ali menjelaskan panjang lebar soal radikalisme.

"Jangan lagi muncul isu-isu radikalisme. Kalau tidak ada radikalisme, tak pernah ada (Raja) Namrud berjumpa dengan (Nabi) Ibrahim. Jika tidak ada radikalisme, (Nabi) Musa tidak akan bertemu Firaun. Jika tidak ada radikalisme, maka (Nabi) Muhammad tidak akan bertemu dengan Abu Lahab," kata Ali di ruang rapat.



Ali menilai radikalisme bisa dimanfaatkan untuk membangun peradaban. Politikus PAN tersebut tak setuju jika radikalisme digunakan dalam konteks politik.

Menurut dia, radikalisme dalam konteks politik bisa menghancurkan agama. Dia hanya setuju jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan perjumpaan peradaban.

"Menurut pandangan saya, jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan melakukan perjumpaan peradaban, itu kita setuju," paparnya.



Di momen itu, Ali meminta Menag Fachrul belajar apa itu agama. Dia juga menjelaskan soal pengertian agama sesuai UUD 1945.

"Oleh karena itu, belajarlah tentang apa itu agama, Pak Menteri, dan apa itu faith, dan apa itu religion. Agama, Pasal 29 adalah organisasi, mengatur, buka faith, faith itu iman, jangan diganggu," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2