Kapolri: Arman Asisten Dosen Azahari
Senin, 14 Nov 2005 13:48 WIB
Jakarta - Hingga kini, polisi masih belum bisa memastikan siapakah Arman, teroris yang tewas bersama Azahari di sarangnya di Batu, Malang, pada Rabu sore (9/11/2005). Identitasnya terus didalami. Namun ada sedikit 'pencerahan' soal dirinya."Arman itu asisten dosen Azahari," kata Kapolri usai menghadiri HUT ke-60 Brimob di Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11/2005).Sayangnya, Kapolri tidak menjelaskan rinci yang dimaksud dengan istilah 'asisten dosen Azahari', apakah dia menjadi asisten saat Azahari menjadi dosen di sebuah univeritas di Malaysia, ataukah asisten saat Azahari menjadi 'dosen' mengajari anak didiknya merakit bom. Selama ini pers menyebut Arman sebagai asisten Azahari, namun Kapolri merincinya dengan 'asisten dosen'."Arman merupakan nama sehari-harinya. Polri masih menelusuri siapa dia aslinya," tegas Kapolri.Berdasarkan informasi polisi yang beredar, Arman tewas akibat bom yang dipicunya sendiri. Dia tewas setelah Azahari tersungkur karena 3 tembakan yang mengenai dadanya oleh Detasemen 88/AT pada penyergapan Rabu silam. Akibat ledakan bom Arman, Azahari yang sudah tertembak, turut terpotong kaki dan alat kelaminnya. Sedangkan Arman hancur, utamanya bagian perut.
(nrl/)











































