Nista Agama karena Sangkal 25 Desember Hari Lahir Yesus, Ini Pledoi Warga NTT

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 08 Nov 2019 17:49 WIB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Warga Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Lamboan Djahamao, divonis 6 bulan penjara karena menista Yesus di akun Facebooknya. Lamboan terbukti menista agama dengan mempertanyakan kelahiran Yesus pada 25 Desember.

Sebagaimana tertuang dalam putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Jumat (8/11/2019), Lamboan mengajukan pledoi. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kalabahi, Lamboan mengajukan pembelaan diri. Yaitu:

Majelis adalah benteng terakhir kami pencari keadilan dan kebenaran dalam kasus saya ini. Kalau pun Tuhan yang saya sembah tidak melepaskan dan membebaskan saya melalui Majelis Hakim, saya tetap tidak menerima hari lahir Tuhan saya dengan tahun kelahiran dan tanggal kelahiran para dewa kekafiran.

Dan akhirnya saya mengucapkan terimakasih buat:

1. MUI yang berani memfatwakan untuk tanggal 25 karena itu budaya kafir;
2. Saudara Jaksa Penuntut Umum yang telah mendakwa saya;
3. Istri tercinta saya yang terus mendukung saya;
4. Semua saudari, sahabat sesama aktivis yang terus mendoakan saya;
5. Semua Saksi yang meringankan saya dan memberatkan saya;
6. Saudara-saudara yang melaporkan saya dipolisi;
7. Saksi Ahli yang memberatkan dan yang meringankan saya;

Apabila sepanjang persidangan ini ada hal-hal yang salah dari saya, saya mohon maaf baik kepada Majelis Hakim, jaksa penuntut umum dan semua peserta.
Selanjutnya
Halaman
1 2