Bom Azahari Dikubur, Warga Dikadali Agar Tanah Subur

Bom Azahari Dikubur, Warga Dikadali Agar Tanah Subur

- detikNews
Senin, 14 Nov 2005 12:16 WIB
Bojonegoro - Ketika bahan-bahan bom Azahari dikubur, warga Desa Betek, Bojonegoro, Jawa Timur bertanya-tanya. Namun warga dikadali dengan alasan berbau mistis. Katanya agar tanah menjadi subur dan hujan turun saat kemarau. Walah!Tidak hanya itu, bahan-bahan peledak yang dikubur di Hutan Jati Bojonegoro itu juga dikatakan bertujuan untuk menetralisir alam menuju kebaikan. Warga pun percaya saja karena sama sekali tidak tahu kalau bahan-bahan yang dikubur merupakan bahan peledak."Kalau kemarau biar hujan, kemudian tanah biar subur, bahkan katanya Surabaya sudah dingin, tapi entah apa maksudnya," kata seorang warga bernama Agus menirukan ucapan salah seorang yang ikut memerintahkan penimbunan bahan peledak.Keterangan Agus disampaikan saat ditemui wartawan di rumahnya, Jl Raya Nganjuk No. 59, Desa Betek, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (14/11/2005).Agus menanam bahan peledak milik kelompok Azahari bersama dua rekannya. Dia mengaku dibayar Rp 35 ribu selama 3 hari. Proses mengubur dan menanam menghabiskan 3 hari kerja, tapi proses seluruhnya selama 1 bulan.Saat penguburan, Agus mengaku banyak warga yang mengetahuinya. "Saya tidak percaya kalau itu bahan peledak, karena pada saat kejadian, saya yang menunggui dan saya harus lihat sendiri," imbuh Agus. Menurut Agus, seorang dukun berjenggot bernama Empu Modo yang ikut memerintahkan penguburan bahan peledak mengatakan, selain di Betek, bahan-bahan itu juga dikubur di Gunung Galunggung dan sejumlah pegunungan lainnya. "Katanya sebelum ke sini mereka melakukan upacara di Gunung Merapi," jelas Agus.Sedangkan menurut Muhammad Bisri (70), ayah Agus. Lokasi penanaman bahan peledak dulunya adalah alun-alun Tumenggungan, Kerajaan Rajekwesi. Di lokasi tersebut jika menanam, sangat sulit tumbuh."Barangkali mereka punya alasannya tempat penguburannya di situ, mungkin ada hubungan dengan mitos. Cuma saya heran isi yang ditanam kok ada bahan kimianya," jelas Bisri.Menurut pengakuan Agus, bahan-bahan yang dikubur berupa garam, batubara, belerang, tembaga, dan air aki sir. Barang-barang itu dikubur dengan kedalaman 1,5 meter dengan luas 2x1,5 meter, ukuran jajaran genjang.Sebelum dikubur, bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam 5 gentong yang terbuat dari tanah liat, kemudian dicampur terlebih dahulu dan dibakar. "Saat dibakar, timbul suara percikan, jadi kami yakin itu garam," kata Agus yang mengaku sama sekali tidak terpikir kalau itu bahan peledak.Selanjutnya 5 gentong itu disusun bertumpuk ke atas, sehingga mulut gentong di tumpukan bawah tertutup oleh pantat gentong yang berada di atas. Gentong yang berada paling atas ditutup semen. (mly/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads