detikNews
Kamis 07 November 2019, 23:17 WIB

Prabowo Ungkap Instruksi Jokowi: Alutsista Dibuat di Dalam Negeri

Tim detikcom - detikNews
Prabowo Ungkap Instruksi Jokowi: Alutsista Dibuat di Dalam Negeri Prabowo Subianto. (Foto: dok. Instagram Kemhan)
Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menuturkan telah mendapat instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pengadaan alat-alat pertahanan. Jokowi, kata Prabowo, memintanya agar alutsista dibuat di dalam negeri.

"Presiden juga sudah memberi instruksi sedapat mungkin alat-alat kita dibangun di dalam negeri," kata Prabowo usai mengunjungi kantor Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, seperti dikutip Antara, Kamis (7/11/2019).



Sebelumnya, Prabowo melakukan kunjungan ke PT Pindad. Di sana, Prabowo sempat menjajal kendaraan taktis (rantis) Komodo hingga memegang senjata yang diproduksi Pindad.

"Pada kunjungan ini, Menhan berkesempatan menjajal Kendaraan Taktis (Rantis) produksi PT Pindad yakni Rantis Komodo," demikian tulis akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan RI, @kemhanri, Rabu (6/11).

Dalam video yang diunggah akun tersebut, Prabowo juga terlihat sedang memegang senjata. Dia tampak menutup sebelah matanya sambil mengangkat senjata seperti sedang membidik target.

Selain itu, Prabowo tampak berkeliling melihat senjata dan kendaraan tempur yang diproduksi Pindad. Dia tampak berbincang dengan para pegawai yang ada.





Terkait produksi alutsista di dalam negeri, Jokowi sempat menyampaikan langsung dalam rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10).

Pada saat itu, Jokowi meminta agar belanja di bidang pertahanan diarahkan untuk memacu industri. Jokowi tidak ingin produk-produk pertahanan impor semua.



"Di sektor pertahanan kita harus betul-betul memanfaatkan belanja di bidang pertahanan untuk terutama memacu industrialisasi industri-industri strategis di dalam negeri," kata Jokowi.

"Juga untuk memenuhi minimum essential force yang sudah kita targetkan. Sedapat mungkin jangan sampai kita impor semuanya tetapi harus di anggaran yang ada harus dimanfaatkan untuk pengembangan industri strategis dari hulu sampai ke hilir," jelasnya.
(idn/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com