detikNews
Kamis 07 November 2019, 19:00 WIB

Cerita Heroik di Balik Nyala Terang Listrik di Pedalaman Kalimantan

Uji Sukma Medianti - detikNews
Cerita Heroik di Balik Nyala Terang Listrik di Pedalaman Kalimantan Foto: Pradita Utama
Jakarta - Meski berada di perbatasan, namun warga pedalaman Krayan Nunukan, Kalimantan Utara juga punya hak yang sama sebagai warga negara. Salah satunya mendapatkan pasokan listrik yang memadai.

Pemerintah Presiden Joko Widodo melalui megaproyek pembangkit listrik 35.000 MW di periode pertamanya berkomitmen untuk melistriki kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

Ditemui tim detikcom di Kantor Unit Layanan PLN Krayan, Junior Operasi Pembangkit Unit Layanan Krayan Mochamad Fadel mengatakan membangun jaringan listrik di Krayan memang tidak mudah. Selain karena letaknya di perbatasan negara, akses yang harus ditempuh jadi tantangan berat yang harus dilalui.

Di kantor yang juga merupakan tempat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dioperasikan itu Fadel bercerita untuk menerangi Krayan ada tiga buah mesin diesel yang jadi pembangkit listrik. Mesin ini dulunya diangkut menggunakan tronton melalui Malaysia.


Maklum, jarak dari Long Bawan, ibu kota kecamatan Krayan, menuju Perbatasan Malaysia yakni Long Midang hanya 10,8 kilometer saja. Sedangkan untuk menuju Krayan harus melalui Nunukan masuk ke Malinau. Jaraknya mencapai 108 kilometer. Namun, permasalahannya bukanlah jarak melainkan akses.

Jika menggunakan jalur darat lewat Malinau, menempuh Krayan memerlukan waktu tiga minggu. Apalagi bila membawa material barang-barang besar, harus menggunakan alat berat. Alhasil menempuh Krayan melalui Malaysia adalah jalan satu-satunya yang dapat dipilih.

Tiga Mesin Pembangkit Tenaga Diesel di Krayan IndukTiga Mesin Pembangkit Tenaga Diesel di Krayan Induk Foto: Pradita Utama


"Mesin ini diangkut lewat Sei Menggaris. Lalu dibawa ke Nunukan dulu. Terus nyebrang ke Malaysia lewat Tawau. Sesampainya di Tawau mereka lewat jalur darat. Jalur (darat)-nya itu dari Tawau ke Lahad Datu terus ke Sabah terus ke Lawas terus ke Ba'kelalan terus masuk Indonesia lewat Long Midang," terangnya beberapa waktu lalu.

Begitupun dengan tiang-tiangnya, semua diangkut melalui jalur darat lewat Malaysia. Fadel menyebut ada 267 tiang yang didirikan untuk membangun jaringan dari PLTD Long Kiwan, Krayan Barat sampai ke Pa'Betung, Krayan Timur.

Sedangkan untuk Long Bawan, Krayan Induk sampai ke perbatasan Long Midang jumlah tiangnya ada 170 termasuk tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR).

"Kalau tiang dipasang oleh vendor (pihak ketiga). Untuk pemasangan tiang ke Long Midang dikerjakan delapan orang pekerja. Jadi pertama kali tiang itu datang, langsung dirikan tiang sama aksesori sampai ke rencana lokasi PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Long Midang itu terpasang," jelas Fadel.

"Dari tiang yang paling tinggi kira-kira jaraknya 8 kilometer. Saya berdua pegawai PLN yang lain mengawasi pemasangan, mengecek tiang ini bagus atau engga, terus miring apa engga juga menjamin keselamatan K3 pekerja," tambahnya.

Fadel menjelaskan saat ini kebutuhan listrik di wilayah Krayan jumlahnya mencapai 240 kiloWatt (kW) yang mana setiap pelanggan memasang daya listrik sebesar 2 ampere atau setara 450 watt. Dengan tiga buah mesin diesel terpasang di PLTD Krayan, kapasitas yang terbaca jumlahnya mencapai 450 kW dengan asumsi performa mesin 100%.


Saat ini, tiga buah mesin milik PLN itu mampu menerangi 35 desa di Krayan. Masyarakat pun dapat menikmati listrik hingga larut malam. Anak-anak sekolah juga dapat belajar dan membaca buku dengan leluasa tanpa khawatir kehabisan solar di malam hari. Perekonomian warga Krayan juga berubah seiring dengan dibukanya warung-warung serta kafe pada malam hari.

Selain itu, dengan dibangunnya Jalan Trans Kalimantan dari perbatasan Malaysia tepatnya di Long Midang sampai ke Malinau, diharapkan mulai 2020 hingga 2023 bisa dilakukan perluasan jaringan listrik sesuai dengan kapasitas mesin yang ada di Long Bawan, Krayan.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Manager ULP Nunukan Rachmad Adi Widodo mengatakan saat ini daya tersambung yang ada di Kabupaten Nunukan ada 53,51 MVA dengan jumlah pelanggan sebanyak 34.059 KK.

"Kabupaten Nunukan terdiri dari 19 kecamatan, dengan daya mampu mencapai 13.500 kilowatt (kW) dengan beban puncak 12.525 kW," kata Rachmad.

Saat ini, Nunukan memiliki 13 pembangkit yang terbagi di tujuh wilayah. Di antaranya Tulin Onsoi, Sebuku, Sei Menggaris, Sei Limau, Sebatik, Krayan Induk dan Krayan Selatan.
detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com !
(ujm/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com