Profil Tiga Kepala Staf TNI yang Berpeluang Jadi Wakil Panglima

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 16:55 WIB
Foto: Para Kepala Staf TNI saat pelantikan. Dari kiri atas KSAL Siwi Sukma (kiri atas), KSAD Andika Perkasa (kanan atas) dan KSAU Yuyu Sutisna (bawah) (detikcom)
Foto: Para Kepala Staf TNI saat pelantikan. Dari kiri atas KSAL Siwi Sukma (kiri atas), KSAD Andika Perkasa (kanan atas) dan KSAU Yuyu Sutisna (bawah) (detikcom)
Jakarta - TNI kini memiliki pos wakil panglima. Tiga kepala staf, yaitu KSAD, KSAL, dan KSAU disebut berpeluang menjabat wakil panglima TNI. Berikut ini profilnya.

Sebagaimana diketahui, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66/2019, TNI kini memiliki pos wakil panglima. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut tiga kepala staf memilki kesempatan yang sama untuk menduduki posisi tersebut.

"Ya saya pikir para kepala staf punya kans untuk itu," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).


Untuk diketahui, saat ini setidaknya ada tiga kepala staf yang memiliki pangkat bintang empat. Berikut ini profil tiga kepala staf itu:

1. KSAD Andika Perkasa

KSAD saat ini adalah Jenderal Andika Perkasa. Berdasarkan catatan detikcom, Andika merupakan lulusan Akmil tahun 1987. Ia mengawali kariernya di Grup 2/Para Komando Kopassus. Ia kemudian juga sempat bertugas di satuan elite penanggulangan teror, Sat 81 Gultor Kopassus.

Andika juga pernah bertugas di Departemen Pertahanan pada 2001. Pria kelahiran Bandung, 21 Desember 1964, itu juga pernah berkarier di BAIS.

Profil Tiga Kepala Staf TNI yang Berpeluang Jadi Wakil PanglimaFoto: KSAD Andika Perkasa usai dilantik oleh Presiden Jokowi (Rengga Sancaya)


Andika diketahui banyak menghabiskan waktu untuk studi di luar negeri di awal kariernya. Ia memiliki 3 gelar master dari universitas di Amerika Serikat. Andika pernah mengemban pendidikan di Norwich University. Kemudian pada 2003, Andika melanjutkan studi di National War College (NWC), yang merupakan bagian dari National Defense University, Washington, DC.


Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus. Setelah beberapa kali pindah tugas, ia kemudian dipromosikan menjadi Komandan Rindam Jaya pada 2011. Lewat jabatan ini, Andika memperoleh kenaikan pangkat menjadi kolonel.

Pada pertengahan 2012, Andika diangkat menjadi Komandan Korem 023/Kawal Samudera di Sibolga. Belum ada setahun, ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AD, yang mengantarkannya meraih bintang satu di pundak alias pangkat brigadir jenderal (brigjen).

Hanya sebelas bulan menjadi Kadispenad, Andika diangkat menjadi Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) pada Oktober 2014. Andika dipilih sendiri oleh Presiden Joko Widodo. Menantu eks Kepala BIN Hendropriyono ini pun mendapat kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (mayjen). Hingga pada akhirnya, pada 22 November 2018, Andika diangkat menjadi KSAD menggantikan Jenderal Mulyono.

2. KSAL Siwi Sukma

Sedangkan KSAL saat ini adalah Laksmana TNI Siwi Sukma Adji. Seperti yang dikutip dari situs tnial.mil.id, Siwi merupakan alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 30 lulus pada Tahun 1985.


Profil Tiga Kepala Staf TNI yang Berpeluang Jadi Wakil PanglimaFoto: KSAL Siwi saat dilantik Presiden Jokowi (Rengga Sancaya)


Beberapa jabatan yang pernah diemban selama ini, di antaranya sebagai perwira bahari di KRI OWA-354, Kepala Departemen Operasi KRI Untung Suropati-372, Palaksa KRI Teluk Sampit-515, Komandan KRI PRB-728, Komandan KRI STS-376, Komandan KRI Nala, Komandan KDA, Komandan Lanal Pontianak, Komandan Selapa Pusdikopsla, Komandan Satran Koarmatim, Asrena Pangkolinlamil, Asops Pangarmabar, dan Komandan Guskamlatim.


Hingga pada 23 Mei 2018, Siwi Sukma Adji resmi menjadi KSAL menggantikan Laksamana TNI Ade Supandi yang memasuki masa pensiun. Pangkat Siwi naik satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana TNI.

3. KSAU Yuyu Sutisna

Selanjutnya, ialah KSAU Yuyu Sutisna. Berdasarkan catatan detikcom, Yuyu Pria kelahiran Bandung, 10 Juni 1962. Dia mulai berdinas di dunia militer sejak 1986 hingga sekarang. Ia berada dalam korps penerbang divisi tempur.

Ketika masih berpangkat Marsdya, Yuyu pernah menjadi penerbang tempur pesawat F-5E/F Tiger II Skadron Udara 14. Bahkan ia pernah menjadi Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Iswahyudi, Madiun, pada 2012.


Setelah menjadi Danlanud Iswahyudi, karier militernya menanjak. Berbagai jabatan diemban Yuyu, seperti menjadi Staf Khusus KSAU pada 2015 hingga Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) pada 2017.

Profil Tiga Kepala Staf TNI yang Berpeluang Jadi Wakil PanglimaFoto: Marsekal Yuyu (Twitter TNI Angkatan Udara)


Tak lama kemudian, ia dipercaya menjadi Wakil KSAU mendampingi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjadi Panglima TNI. Hingga pada 17 Januari 2018, Yuyu dilantik menjadi KSAU dan naik pangkat menjadi Marsekal.

(rdp/bar)