Penimbun Bahan Bom Azahari di Bojonegoro Bernama Empu Modo
Senin, 14 Nov 2005 11:02 WIB
Bojonegoro - Warga setempat tidak percaya ada bahan peledak milik Azahari yang ditimbun di Dusun Betek, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Warga yang terlibat penimbunan lebih percaya bahwa barang yang ditanamnya adalah garam.Ada banyak alasan mengapa warga tidak percaya bahwa timbunan yang ditemukan di Betek adalah bahan peledak. Pertama, lokasi timbunan itu meleset jauh dengan peta yang ditunjukkan oleh Nur Kosim, eks anak buah Azahari yang dipenjara dalam kasus curanmor. Lokasi yang saat ini ditemukan hanya berjarak 5 meter dari Jalan Raya Nganjuk di Desa Betek. Sementara menurut peta yang diberikan Nur Kosim, lokasi penyimpanan harus melalui Jalan Makadam di dalam hutan jati, yang rutenya berbeda dengan timbunan yang ditemukan.Salah seorang warga setempat, yang mengaku ikut melakukan penggalian dan penimbunan di Dusun Betek pada tahun 2001 yang bernama Agus (25), meyakinkan isi dalam timbunan tersebut bukan bahan peledak. "Saya yakin itu garam," tegasnya saat ditemui wartawan di rumahnya, Jl Raya Nganjuk, Desa Betek No 59, Bojonegoro, Senin (14/11/2005). Agus didampingi ayahnya.Menurut Agus, sejumlah orang yang memerintahkan mengubur barang-barang itu, nuansanya pun sangat jauh jika mereka muslim. Mereka terdiri dari lima orang lebih dan ada yang tidak berpuasa padahal saat itu bulan Ramadan. Agus memperkirakan mereka berasal dari kelompok Kejawen.Barang-barang yang dikubur, lanjutnya, ada lima jenis yaitu garam, batu bara, belerang, tembaga dan air aki sir. Barang-barang itu dikubur dengan kedalaman 1,5 meter, luas 2 meter x 1,5 meter. Ukuran jajaran genjang.Agus adalah salah seorang dari tiga warga setempat yang disewa untuk menimbun barang-barang itu. "Yang menyuruh saya ada yang berjenggot dan berjubah seperti dukun bernama Empu Modo. Dia mengaku dari Kediri," jelas Agus.Seorang lainnya mengenakan busa adat Jawa semacam kerajaan. "Dia menenteng tongkat seperti tongkat komando milik Bung Karno," katanyaSalah seorang yang dipanggil Suryo diperintahkan oleh temannya untuk membatalkan puasanya. "Jadi kayak Kejawen gitu," imbuhnya. Terkait:Tempat Penyimpanan Bom Azahari di Bojonegoro Disisir
(mly/)











































