detikNews
2019/11/07 13:37:51 WIB

Ahli KPK Nilai Sprindik Imam Nahrawi Tetap Berlaku Meski Ada UU KPK Baru

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ahli KPK Nilai Sprindik Imam Nahrawi Tetap Berlaku Meski Ada UU KPK Baru Sidang Praperadilan Imam Nahrawi (Yulida/detikcom)
Jakarta - Ahli hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, M Arif Setiawan, menjelaskan soal penerapan UU Nomor 19/2019 tentang KPK yang baru. Arif menjelaskan, Surat Perintah Penyidikan (sprindik) yang diterbitkan KPK sebelum berlakunya UU KPK baru tetap sah.

Hal itu disampaikan Arif saat bersaksi menjadi ahli yang dihadirkan KPK dalam sidang praperadilan mantan Menpora Imam Nahrawi. Dia mengatakan sprindik terhadap Imam tetap berlaku meski sprindik tersebut diterbitkan sebelum UU KPK baru berlaku.

"Maka dengan berlakunya UU baru ini yang penyidikan belum selesai itu baru kemudian, tetapi ahli melihat itu ke depan, kalau dia sudah berjalan misal sprindik, sprindiknya sudah ada, kalau sprindiknya sudah dikeluarkan ya sudah masih berlaku," kata Arif, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).


Arif mengatakan, jika KPK mau melakukan pengembangan perkara baru saat ini, harus mengikuti aturan UU 19/2019 yang sudah berlaku. Namun perkara yang telah terbit sprindiknya sebelum UU KPK berlaku saat ini tetap sah.

"Tetapi kalau misalnya ada pengembangan perkara baru penerbitan sprindik baru, maka keluarnya sprindik yang baru menggunakan UU KPK baru. Tapi yang sudah berjalan ini ini masih tetap sah, tidak perlu izin Dewan Pengawas," sambungnya.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com