"Saat terbakar kebetulan MV Pioneer yang berlayar dari Singapura hendak menuju Australia melintas dan segera mengevakuasi seluruh ABK dalam keadaan selamat sekitar pukul 15.55 Wita," kata Pelaksana Harian Kepala Kantor Basarnas Bali I Made Junetra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).
10 Anak buah kapal (ABK) selamat. Foto: Dok. Basarnas Bali |
Peristiwa kebakaran kapal pencari ikan yang berangkat dari Situbondo, Jawa Timur, itu terjadi Selasa (5/11) sekitar pukul 15.00 Wita. Identitas 10 ABK yang selamat yakni Martin (nahkoda), Handy Hede Data, Hamzah, Timbul Parasian Situmeang, Danang Budi Santoso, Sabarudin, Haris Sutejo, Hoksiu, Ramlan dan Dahlan.
Kesepuluh ABK ini berhasil diselamatkan tanpa luka maupun cedera. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran kapal tersebut.
Informasi dari kru MV Pioneer diterima Basarnas pukul 16.20 Wita. Kantor Basarnas segera mengerahkan personil dari Pos SAR Buleleng untuk melakukan evakuasi. Tim SAR juga berkoordinasi dengan Pos Angkatan Laut, KKP, serta KP3 Celukan Bawang.
"Pukul 21.30 Wita tim SAR gabungan berhasil membawa seluruh ABK menuju Pelabuhan Celukan Bawang menggunakan RIB. Selanjutnya mereka ditangani oleh tim medis KKP Celukan Bawang," ujar Junetra. (ams/aan)












































10 Anak buah kapal (ABK) selamat. Foto: Dok. Basarnas Bali