Ditinggal Mengungsi, Dana BLT untuk Warga Salena Dijarah
Minggu, 13 Nov 2005 23:11 WIB
Palu -
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Demikianlah kiasan yang tepat untuk warga Salena, Buluri, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Betapa tidak, setelah didera bentrok antara Polisi dengan kelompok Mahdi, Selasa (25/10/2005) lalu, kini mereka harus menderita lagi. Soalnya adalah sebanyak Rp 7 juta dana bantuan langsung tunai (BLT) dari dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) raib dijarah, selama dusun itu ditinggalkan.Demikian kesaksian Ketua RT di Salena Endy, kepada detikcom, Minggu (13/11/2005). Menurutnya, saat terjadi bentrok mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Saat mendengar letusan senjata Polisi saat bentrok itu terjadi mereka memilih kabur ke hutan-hutan. Ia baru tahu ada dana BLT yang dijarah dari Kantor Pos Besar, di Jalan Mohammad Yamin, Palu Selatan tersimpan di rumahnya."Sebenarnya, rencananya uang itu akan dibagikan setelah Idul Fitri, namun karena banyak urusan, apalagi setelah muncul kasus Madi baru Rp 3 juta yang terbagi. Sisanya Rp 7 juta masih ada," ungkap Endy di Salena.Ia baru tahu, uang sebanyak itu hilang setelah kembali ke kampungnya setelah tiga hari keluar masuk hutan dan 10 hari di penampungan aula Dinas Kimpraswil Palu.Endy, tidak tahu harus bagaimana lagi. Ia pun tidak tahu siapa yang harus dituduh. Saat itu memang Dusun Salena sudah kosong, karena semua warga lari ke hutan.Selain Endy, seorang pekerja bangunan yang membangun sekolah dasar (SD) kecil di Salena juga mengeluh. Ia mengadukan jika sejumlah alat pertukangannya raib dijarah."Saya tidak mau tuduh siapa yang mencuri, tapi yang bisa masuk ke kampung Salena, saat itu hanya warga di dekat Salena. Tapi saya heran bagaimana bisa dicuri, sementara banyak Polisi yang berjaga. Mungkin mereka mencuri tengah malam atau subuh," tuturnya pada detikcom, sambil memesan agar namanya tak usah disebutkan.
(ahm/)










































