Keluarga Sayangkan Kesimpangsiuran Berita Azahari

Keluarga Sayangkan Kesimpangsiuran Berita Azahari

- detikNews
Minggu, 13 Nov 2005 21:10 WIB
Jakarta - Meskipun berita tentang kematian otak pengeboman di tanah air, Azahari sudah ramai diberitakan media massa namun, pihak keluarga Azahari masih belum percaya 100 persen berita itu akurat."Banyak kesimpangsiuran dalam pemberitaan media di Indonesia," kata adik Azahari Bani Yamin Husin ketika ditemui wartawan usai acara di sebuah stasiun televisi swasta di Jl Piere Tandean Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2005).Ketidakpercayaan keluarga Azahari ini didasarkan pemberitaan media di Indonesia pada dua hari pertama setelah Azahari disergap pihak kepolisian."Pada hari pertama diberitakan ada tujuh orang terbunuh dan Azahari diberitakan melakukan bom bunuh diri sehingga badannya hancur," ujarnya.Namun, pada hari kedua diberitakan bukan tujuh tetapi tiga yang badannya masih utuh. Tapi, dalam laporan yang sama jari Azahari menghilang. "Dan anehnya kok ada cap jari yang bisa membuktikan itu Azahari," tanyanya.Oleh karena itu, Yamin mengaku kedatangan pihak keluarga ke Indonesia adalah untuk meminta kebijaksanaan Pemerintah Indonesia agar keluarga bisa melihat jenazah Azahari. "Kita meminta Pemerintah Indonesia memperbolehkan kami. Tapi kalau tidak boleh kita terpaksa akan kembali ke Kuala Lumpur," keluhnya.Yamin juga menerima jika pemberitaan tewasnya Azahari dijadikan berita utama. Tetapi dirinya meminta agar media di Indonesia tetap menjaga perasaan keluarga Azahari. "Karena bagi keluarga Azahari ini suatu berita yang pedih. Dan kami hanya ingin kebenaran," lirihnya. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini