Menlu Serahkan Jenazah Perry ke Pihak Keluarga

Menlu Serahkan Jenazah Perry ke Pihak Keluarga

- detikNews
Minggu, 13 Nov 2005 15:55 WIB
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Nur Hasan Wirajuda, atas nama pemerintah Indonesia, menyerahkan jenazah musisi jazz Indonesia yang meninggal di Yordania, Perry Pattiselanno. Jenasah diterima oleh istri Perry, Eleanor Savitri Pattiselanno.Jenazah tiba di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, Jl Abdul Rahman Saleh, Jakarta, Minggu (13/11/2005) tepat pukul 14.00 WIB. Jenazah diantar oleh beberapa staff KBRI di Yordania dan beberapa jajaran dari Departemen Luar Negeri (Deplu).Suasana haru memayungi rumah duka tersebut. Isak tangis sanak keluarga korban mengiringi proses serah terima tersebut. Selain istri Perry, tampak pula anak-anak Perry yakni Cindy (39), Pedro (38), Pierre (26), 6 cucu Perry dan kakak Perry, Oele.Dalam pidato pengantarnya, Menlu menyampaikan rasa duka cita dari pemerintah Indonesia. "Pihak keamanan Yordania sedang melakukan operasi untuk mengejar pihak yang bertanggung jawab," ujar Menlu.Menanggapi pernyataan Menlu, istri Perry, Eleanor Savitri Pattiselanno menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari jajaran Deplu. "Baik yang di Indonesia maupun di Yordania," jelas Eleanor.Meskipun tidak hadir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny Ani Yudhoyono turut menyatakan duka cita yang mendalam dengan mengirimkan rangkaian bunga duka cita yang menghiasi rumah duka.Sejumlah Artis Jazz HadirAcara serah terima musisi jazz Indonesia yang menjadi korban dalam ledakanbom di Amman, Yordania, juga turut dihadiri beberapa artis jazz yang menjadi rekan Perry. Mereka tampak berduka dengan kejadian ini dan meyatakan kehilangan yang sangat atas kehilangan salah satu rekan mereka.Musis jazz senior yang tampak hadir di rumah duka RSPAD antara lain Dwiki Darmawan, Ireng Maulana, Bob Tutupooli, dan Syaharani. Bob Tutupoli, yang kenal dekat dengan keluarga korban, menyatakan sangat menyesalkan kejadian ini. "Ia pergi ke Yordan untuk mencari nafkah. Tapi tewas dengan cara yang biadab," ujarnya. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads