Kapolres: Tidak Ada Pengetatan Pengamanan di RS Polri
Minggu, 13 Nov 2005 13:50 WIB
Jakarta - Ketatnya pengamanan di Gedung Patologi Forensik RS Polri Sukanto bukan dikarenakan adanya penyusup di ruang otopsi tempat jenazah Dr Azahari diotopsi. Pengetatan aparat keamanan itu sendiri sudah dilakukan sejak jenazah Dr Azahari tiba."Tidak ada pengetatan. Saya sebagai yang bertanggung jawab keamanan di sini, saya memberikan keamanan ekstra," kata Kapolres Jakarta Timur AKBP Sigit Sudarmanto di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (13/11/2005).Menurut Sigit, jumlah kekuatan personel keamanan untuk menjaga Gedung Patologi Forensik RS Polri Sukanto pun tidak ada penambahan. "Sudah cukup dengan kekuatan kita yang kurang lebih 50 orang tidak ada penambahan," bantahnya.Sebelumnya, Kapolsek Kramat Jati Kompol Deddy tetra mengungkapkan pihaknya tidak ingin kecolongan lagi atas kejadian adanya penyusup yang bisa masuk ke gedung tersebut. Gedung itu saat ini setidaknya dijaga sekitar 50 personel polisi berseragam. Gedung juga diamankan sekitar 20 personel polisi serse yang berpakaian preman. Mereka bersiaga dengan jarak sekitar 50 meter dari gedung Patologi Forensik. Aparat keamanan juga lebih memperketat pengamannya terhadap setiap pengunjung. Bahkan petugas RS sendiri pun ditanyai keperluannya jika mau masuk ke gedung Patologi Forensik. Mereka juga diwajibkan mengisi buku tamu.Wakabareskrim Kunjungi RS PolriWakabareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Gorries Mere mengunjungi Gedung Patologi Forensik RS Polri Sukanto. Gorries tiba tepat pukul 12.50 WIB. Namun belum diketahui maksud dan tujuan kedatangan Gorries Mere ke gedung tersebut.
(ary/)











































