Ortu Bupati TTU yang Jualan Daun Ubi di Pasar akan Diberi Penghargaan

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 12:53 WIB
Foto: Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes dan keluarganya (Dok. Raymundus)
Jakarta - Kisah orang tua Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes, Yakobus Fernandes (85) dan Margaretha Manhitu (80), yang memilih berjualan sayur-mayur di pasar ketimbang hidup dalam kemewahan ala keluarga pejabat mendapat atensi dari DKI Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberi penghargaan kepada orang tua Raymundus karena menginspirasi.

"Intinya itu menjadi sumber inspirasi bagi orang tua yang lain bahwa dalam suasana yang sulit orang tua masih mendedikasikan diri untuk anak-anak, terutama mendorong anak-anak sekolah pendidikan sampai dengan sarjana," kata Raymundus saat dihubungi, Selasa (5/11/2019).


Dalam surat yang diterima detikcom, orang tua Raymundus bersama beberapa orang tua lain bakal diganjar penghargaan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud karena berhasil mengasuh anak. Penghargaan ini diberikan untuk menginspirasi orang tua lain dalam mendidik dan membesarkan anak mereka. Acara itu rencananya digelar Rabu (6/11) dan Kamis (7/11).

Raymundus mengatakan orang tuanya memang menolak diajak tinggal bersama di daerah kota di Kabupaten TTU dan memilih berjualan di pasar. Menurut Raymundus, kedua orang tuanya tidak ingin membebani anak-anaknya.

Ortu Bupati TTU yang Jualan Daun Ubi di Pasar akan Diberi PenghargaanFoto: Orang tua Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes (Dok. Raymundus)

"Kemudian setelah kerja orang tua tidak boleh jadi beban dari anak-anak yang kerja karena itu akan memengaruhi pikiran anak dalam melaksanakan aktivitas itu," katanya.


Lalu, bagaimana cerita kisah inspiratif orang tua Bupati TTU ini bisa sampai ke telinga pihak Kemendikbud hingga berujung ganjaran penghargaan?

Raymundus Sau Fernandes mengatakan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada periode Juli lalu terbang langsung ke Timor Tengah Utara untuk mencari tahu kisah Yakobus dan Margaretha. Gerak tim Kemendikbud ini tak diketahui Raymundus.

"Karena dari Kementerian itu bulan Juli yang lalu itu ada tim datang ke kampung, ke Timor, datang ke kampung mengikuti memperhatikan secara diam-diam. Saya baru tahu menjelang hari terakhir itu selesai baru ketua timnya itu WA saya, 'boleh kita ketemu'. Saya tanya, dari mana, 'kami dari direktorat dari Kemendikbud itu'," ucap Raymundus.

"Kemudian kami bertemu di kampung. Bertemu dengan Bapak Mama, 'betul tidak?' 'Ya, ini orang tua saya," ucap Raymundus.
Halaman

(gbr/tor)