Polri Perketat Pengamanan Ruang Otopsi Azahari
Minggu, 13 Nov 2005 11:57 WIB
Jakarta - Polisi tidak mau kecolongan lagi. Gedung Patologi Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Sukanto, tempat otopsi jenazah Dr Azahari yang sempat disusupi pengunjung, minggu (13/11/2005) ini diperketat pengamanannya. Gedung itu setidaknya dijaga sekitar 50 personel polisi berseragam. Gedung juga diamankan sekitar 20 personel polisi serse yang berpakaian preman. Mereka bersiaga dengan jarak sekitar 50 meter dari gedung Patologi Forensik. Aparat keamanan juga lebih memperketat pengamannya terhadap setiap pengunjung. Bahkan petugas RS sendiri pun ditanyai keperluannya jika mau masuk ke gedung Patologi Forensik. Mereka juga diwajibkan mengisi buku tamu.Terkait pengamanan itu, polisi melakukan apel yang dipimpin Kapolsek Kramat Jati Kompol Deddy Tetra. "Ring I dijaga. Yang masuk ditanya, dicatat namanya. Kita tak mau kecolongan lagi seperti kemarin," kata Deddy ketika memimpin apel pengamanan.Mengenai keluarga Azahari yang dikabarkan akan melihat jenazah tersangka gembong teroris itu, Kapolsek belum bisa memastikan. "Kita belum tahu," kata Dedy. Sabtu (12/11/2005) kemarin seorang laki-laki bernama Chairil berhasil menyusup ke ruang otopsi Azahari. Setelah diamankan, penyusup itu ternyata anggota organisasi bantuan polisi.
(iy/)











































