detikNews
Selasa 05 November 2019, 08:51 WIB

Perdagangan Bebas 16 Negara Masih Tunggu Kesepakatan India

Yakob Arfin - detikNews
Perdagangan Bebas 16 Negara Masih Tunggu Kesepakatan India Foto: RCEP
Bangkok - Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) digadang-gadang akan menjadi blok perdagangan bebas terbesar di dunia, namun hingga kini pembentukannya masih menemui hambatan.

Dari enam belas negara yang akan tergabung dalam blok perdagangan bebas tersebut tinggal India yang belum bersepakat. Hal ini terkait kepentingan dari negara yang memiliki penduduk terbesar kedua di dunia itu.

Indonesia menilai India adalah partner penting dalam blok RCEP. Begitu pula negara-negara anggota lainnya yang akan bergabung dalam RCEP. Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah China juga menganggap India sangat penting untuk ikut memfinalisasi RCEP.


"Yang kritikal itu memang India, yang pending itu isu service maupun investment, tetapi sudah ada titik terang," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (5/11/2019).

Seperti diketahui India berkeinginan menjadi anggota RCEP. Apalagi negara-negara ASEAN yang menjadi mitra terpenting India juga masuk sebagai anggota RCEP.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pun menyatakan hingga kini terus dilakukan perundingan antara negara-negara tersebut dengan India.

Pembahasan RCEP bahkan juga dibahas di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand. Agus menilai RCEP yang melibatkan sepuluh negara di Asia Tenggara dengan enam mitra perdagangan bebas masih menemui masalah 'kritikal'.

"Perundingan RCEP ini masih berlangsung. Nanti saya juga akan berunding lagi dengan menteri-menteri seluruh anggota RCEP," ungkap Agus.

Hingga saat ini volume perdagangan dari 16 negara calon anggota RECP mencapai US$11,5 triliun, sedangkan EU US$12,5 dan TPP US$5,8 triliun. Airlangga kembali mengungkapkan RCEP adalah blok terbesar melebihi Uni Eropa (EU).

"Memang kalau kita lihat, RCEP adalah blok terbesar melebihi Uni Eropa. EU itu PDB (total negara anggota) kira-kira US$18 triliun, kalau PDB RCEP itu US$ 27 triliun, sedangkan TPP (Trans Pacific Partnership) itu US$ 11 triliun," kata Airlangga.


Sementara itu jika bicara penduduk, tambah Airlangga, RCEP ini memiliki total sekitar 3,6 miliar jiwa.

"Jauh lebih besar daripada Uni Eropa dan PBB. Oleh karena itu, tadi hampir seluruh pemimpin itu mendorong agar perundingan ini bisa difinalisasi," kata Airlangga.

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara pencetus perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) saat menjabat sebagai Ketua ASEAN pada tahun 2011.

Negara-negara yang tergabung dalam RCEP ini yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalalam, Laos, China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru.




Tonton juga video Mendag Sampaikan Doa dari 16 Negara Untuk Wiranto:

[Gambas:Video 20detik]




(ujm/prf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +