Kejagung, MA dan Pengadilan Sebaiknya Tiru Prestasi Polri
Minggu, 13 Nov 2005 07:15 WIB
Jakarta -
Tewasnya DR Azahari dan terbongkarnya pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia, menjadi kado prestasi tersendiri bagi jajaran Kepolisian RI (Polri). Tapi, prestasi ini sebaiknya diikuti lembaga penegak hukum lainnya di Tanah Air. Imbauan ini disampaikan anggota Komisi III DPR Al Muzammil Yusuf ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (13/11/2005)."Saya berharap, prestasi ini dapat mendorong penegak hukum lainnya, seperti kejaksaan, Mahkamah Agung dan Pengadilan," pinta politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini.Tidak sampai satu bulan, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, tampaknya lembaga penegak hukum pimpinan Jenderal Polisi Sutanto sedang naik daun. Apa sebab? Pertama, buronan nomor wahid di negeri ini, DR Azahari sudah dipastikan tewas dalam penyergapan di Batu, Malang. Azahari pun dinyatakan tewas bersama anak buahnya bernama Arman. Kedua, Polri sudah menemukan 'harta karun' berupa pabrik ekstasi terbesar ketiga di dunia, setelah Fiji dan Cina. Pabrik ekstasi super besar yang sudah beroperasi selama 6 bulan ini, terdapat di Serang, Banten."Jadi, memang perlu ada penghargaan kepada polisi. Tapi, ada beberapa catatan lain bagi polisi, yaitu adanya transparansi," ungkap Al Muzammil.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































