Penebangan Pohon di Cikini Dinilai Ganggu dan Bikin Panas Pejalan Kaki

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 08:37 WIB
Foto: Pohon rindang di Cikini ditebang (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI menebang sejumlah pohon angsana di trotoar seberang Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Bagi koalisi pejalan kaki, penebangan pohon-pohon di trotoar tersebut menggangu dan bikin panas.

"Prosesnya, iya mengganggu. Juga setelah itu juga menjadi panas bagi pejalan kaki," ujar aktivis Koalisi Pejalan Kaki Ahmad Safrudin kepada detikcom, Selasa (5/11/2019).




Ahmad menjelaskan penebangan pohon di trotoar itu berlawanan dengan komitmen Pemprov DKI untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada tahun 2030.

"Jelas, bahwa penebangan-penebangan pohon tersebut kontradiktif dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, menurunkan temperatur iklim local dan memerangi heat island, serta menjerab berbagai pollutant pencemaran udara," ucap dia.

Pemprov DKI, dikatakan Ahmad, berkomitmen melindungi iklim untuk menurunkan emisi rumah kaca. Untuk itu, banyak hal mesti dilakukan melalui strategi yang comprehensive sekaligus holistic yang mencakup mitigasi dan penyerapan (capture) gas rumah kaca.

"Penyerapan (capture) gas rumah kaca terutama CO2 yaitu hanya dengan mempertahankan tegakkan pohon yang ada di kota Jakarta (baik di lahan kering: green belt/jalur hijau, sempadan jalan; maupun di lahan basah: rawa-rawa dengan mangrove/kawasan estuaria, sempadan kali) sembari meningkatkan luasan RTH (ruang terbuka hijau) senyampang
meningkatkan jumlah tegakkan pohon yang akan menyerap CO2," tutur dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2