KPK Tepis Imam Nahrawi: Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Prosedur

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 08:08 WIB
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Mantan Menpora Imam Nahrawi meminta status tersangkanya dibatalkan dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI. KPK menegaskan penetapan tersangka Imam Nahrawi tersebut sudah sesuai prosedur.

"KPK mendapatkan bukti permulaan yang cukup atau minimal 2 alat bukti, sesuai Pasal 44 UU KPK, maka dapat dilakukan penyidikan," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah saat dihubungi detikcom, Senin (4/11/2019).



Dalam sidang praperadilan, pengacara Imam Nahrawi, Saleh menilai penetapan tersangka terhadap dirinya oleh KPK tidak sesuai prosedur. Saleh menyebut belum ada pemeriksaan saksi-saksi sebelum dikeluarkannya sprindik tanggal 28 Agustus 2019.

Kembali ke KPK, Febri menyatakan pihaknya sudah menemukan bukti permulaan untuk menetapkan tersangka Imam Nahrawi.

"Jika frasa bukti permulaan yang cukup tersebut dihubungkan dengan ketentuan pada Pasal 1 angka 14 KUHAP yang mengatur defenisi Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana, maka sejak proses penyidikan, karena telah ditemukan bukti permulaan yang cukup, sekaligus dapat ditetapkan tersangka. Ketentuan yang bersifat khusus ini memang seringkali tidak dipahami secara tepat sehingga para pemohon berulang kali menggunakan argumentasi tersebut," kata dia.


Selanjutnya
Halaman
1 2