ADVERTISEMENT

Round-Up

Yang Berbeda dari Reuni 212 Tahun Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 06:47 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho


Yang Berbeda dari Reuni 212 Tahun IniFoto: Muhammad Abdurrosyid


3. Tak Dalam Suasana Pilpres

Sebagaimana diketahui, pada Reuni 212 tahun lalu digelar di tengah berjalannya pemilihan presiden (pilpres) 2019. Saat itu, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno masih berkontestasi dengan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Prabowo hadir dalam acara tersebut. Sementara Sandiaga hari itu bertandang ke kediaman tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.

Saat itu, Habib Rizieq menyerukan 2019 ganti presiden di acara Reuni 212. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai seruan itu sebuah aspirasi.

"Itu kan aspirasi Habib Rizieq, sah-sah saja. Saya kira sah, orang boleh berpendapat, kalau ada pendapat lain, ya silakan. Dan saya kira saya termasuk yang setuju dengan pendapat itu," ujar Fadli di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

Lagu 'Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong' diputar di Reuni 212 setelah ceramah imam besar FPI Habib Rizieq Syihab selesai diperdengarkan. Lagu ini berisi ajakan mengganti presiden yang disebut suka bohong. Padahal Bawaslu telah melarang Reuni 212 dipakai untuk kampanye ataupun melakukan penghinaan dan ujaran kebencian terhadap capres-cawapres 2019.

Sebelumnya Bawaslu melarang acara itu tak dipakai untuk kampanye ataupun diisi ujaran kebencian terhadap capres dan cawapres 2019. Bawaslu DKI Jakarta yang memantau jalannya aksi itu sempat berencana mengklarifikasi kepada panitia aksi karena ada orasi-orasi yang disampaikan sejumlah tokoh yang menyinggung tentang capres.

"Salah satu capres hadir pada acara itu. Maka kami melakukan pengawasan secara ketat. Mulai semalaman, kami dari semalam sudah melakukan beberapa pengawasan. Kita sudah sisir beberapa tempat atau lokasi dekat panggung-panggung. Kita lihat apakah ada simbol, simbol peserta pemilu," ucap Ketua Bawaslu DKI Muhammad Jufri ketika dihubungi wartawan, Minggu (2/12/2018).

Sementara, Pilpres 2019 telah usai. Jokowi-Ma'ruf telah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Selain itu, saat ini Prabowo telah masuk Kabinet Indonesia Maju menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT