Anak Tega Bunuh Bapak Kandung dengan Keris di Bantul

Anak Tega Bunuh Bapak Kandung dengan Keris di Bantul

- detikNews
Sabtu, 12 Nov 2005 23:21 WIB
Yogyakarta - Sejatinya, keris merupakan benda pusaka yang penuh makna mistik dan spiritual. Tapi, berbeda artinya jika benda yang biasanya penuh misteri ini, digunakan untuk membunuh.Keris pun digunakan untuk membunuh sang Ayah. Begitulah yang terjadi di Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (12/11/2005). Karena perasaan dendam yang amat mendalam, seorang anak tega menghabisi ayah kandungnya dengan sebilah keris. Akibat perbuatan itu, korban langsung roboh dan tewas bersimbah darah di teras depan rumahnya sendiri.Peristiwa itu dialami oleh korban, Sudirdjo (60), warga dusun Code RT 02, Desa Trirenggo, Bantul Propinsi DIY, pada Sabtu (12/11/2005) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Korban tewas setelah ditusuk beberapa kali dengan sebilah keris oleh pelaku, Yana Arifin (30), yang juga anak kandung korban.Setelah menusuk ayahnya, korban sempat melarikan diri dan kemudian berhasil ditangkap warga. Bersama petugas, Yana pun diringkus di sebelah barat Dusun Code Desa Trirenggo, beberapa ratus meter dari rumahnya. Kini, tersangka masih menjalani sejumlah pemeriksaan untuk mengungkap motif penganiayaan di ruang Reskrim Polres Bantul di Jalan Sudirman. Namun, berdasarkan keterangan yang dikumpulkan petugas dari beberapa orang saksi, motif sementara adalah dendam. Sebab, ayahnya, Sudirdjo telah menyakiti hati Yana dengan kata-kata yang menyakitkan.Menurut keterangan saksi, Pariyem (52) yang juga istri korban, sekitar pukul 01.30 WIB, tersangka Yana datang ke rumah korban dengan mengetuk pintu beberapa kali. Tersangka saat ini, tinggal terpisah dengan kedua orangtua, yakni tinggal di dusun sebelah, Dusun Ngemplak Desa Trirengngo Bantul."Setelah mengetuk pintu beberapa kali, bapak kemudian bangun dari tempat tidur dan langsung membukakan pintu. Tapi Yana langsung menyerang dengan menusukkan keris berkali-kali," kata Pariyem.Menurut Pariyem, suaminya sempat berteriak dan menangkis serangan. Tapi, suaminya kalah kuat sehingga tertusuk di bagian dada kiri, punggung dan lengan. Korban tewas di teras depan rumah dengan keris yang dijadikan senjata masih menancap di dada. Setelah mengetahui ayahnya tewas, Yana pun langsung ngibrit meninggalkan rumah. "Saya sempat lari ke depan rumah karena mendengar suara ribut dan bapak berteriak mengaduh. Setelah itu jatuh dan mengeluarkan banyak darah," ungkap Pariyem. (ism/)


Berita Terkait