Polda Bali Buru Local Boy Pembantu Pelaku Bom Bali II
Sabtu, 12 Nov 2005 22:51 WIB
Bali -
Setelah DR Azahari tewas, Polda Bali makin gencar mengungkap kasus bom di Kuta dan Jimbaran, 1 Oktober 2005. Polda Bali kini mengincar local boy, yang membantu para pelaku bom bunuh diri memperlancar aksinya."Selama di Bali, mereka (tiga orang pelaku bunuh diri) tinggal dimana? Siapa yang memfasilitasi? Itu yang kita cari," ujar Kapolda Bali Irjen Polisi Made Mangku Pastika di sela-sela makan malam bersama 23 Duta Besar di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali, Sabtu (12/11/2005).Pastika mengatakan, tiga orang pelaku bom bunuh diri di kafe Raja's, Kuta Square serta di kafe Nyoman dan Menega , Jimbaran adalah kelompok Dr Azahari dan Noordin Mohamad Top. "Memang benang merahnya sudah sangat jelas, dengan ditemukanya berbagai barang bukti di Batu, Malang, seperti VCD, KTP (pelaku bom bunuh diri) yang meninggal di sini," papar Pastika. Tewasnya Dr Azahari dan asistenya, Arman di Batu, Malang, lanjut Pastika, telah mengungkap hampir 90 persen kasus bom Bali II. "Persoalannya sekarang adalah, Kapan mereka datang ke Bali? Siapa saja yang datang ke Bali? Selain tiga orang pelaku bom bunuh diri, dimana mereka selama di Bali? Bbagaimana mereka datang ke Kuta dan Jimbaran? Jadi, masih ada beberapa pertanyaan yang harus kita tuntaskan untuk dijawab," beber Pastika. Pastika memastikan, akan membawa para teroris yang diperiksa di Jawa Timur, Jawa tengah, dan Jakarta ke Bali jika memiliki kaitan dengan bom Bali II. "Ya, pada saatnya kita bawa ke Bali. Pokoknya tersangka yang ada kaitannya dengan kasus Bali. Karena itu, kita sedang pelajari dulu di Jawa tengah, Jawa Timur dan Jakarta untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya," demikian Pastika.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































