Polsek Bantul Periksa Rumah yang Diduga Milik Kelompok Azahari
Sabtu, 12 Nov 2005 21:13 WIB
Bantul - Diduga menjadi tempat persembunyian kelompok Noordin M Top dan Dr Azahari, sebuah rumah di Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta diperiksa polisi. Rumah yang diperiksa petugas Polsek Pajangan Bantul, Sabtu (12/11/2005) ini, terletak di dusun Bungsing Desa Guwosari Pajangan, atau sekitar 5 kilometer arah barat Kota Bantul. Saat diperiksa oleh petugas dari Polsek dan Koramil Pajangan, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan terkunci serta tidak ada penghuninya. Bangunan rumah luas sekitar 64 meter persegi itu terbuat dari tembok batu-bata dengan beberapa buah pintu dan jendela dari kaca.Menurut pengakuan beberapa warga sekitar, rumah yang terletak ditengah hutan di perbukitan kapur daerah Selarong itu, sering digunakan suatu kelompok atau jamaah untuk pengajian dan solat.Kapolsek Pajangan Iptu Sukardi yang memimpin pemeriksaan tidak bisa masuk ke dalam rumah. Polisi akhirnya hanya mengintip dari kaca jendela kaca. Dari jendela tampak beberapa tikar plastik, sajadah dan banyak sisa lilin yang masih yang masih menempel di lantai. Namun, petugas tidak menemukan satu orang pun. Menurut warga bernama Mardi Utomo (60), rumah tersebut sudah lama tidak ditempati kelompok jamaah pengajian. Sampai sekarang, beberapa warga sekitar juga tidak mengetahui siapa pemilik rumah tersebut. Warga juga tidak mengenal satu pun para jamaah yang datang secara bergantian di rumah tersebut. Para anggota jamaah pengajian itu sangat tertutup dan jarang bertegur sapa bila bertemu warga. Anehnya lagi, tidak ada satupun warga sekitar yang menjadi anggota pengajian tersebut."Kami hanya tahu rumah itu sering dipakai untuk pengajian. Tapi selalu dilakukan malam hari setelah jam 21.00 dan baru selesai dinihari menjelang subuh," aku Mardi.Menurut warga lainnya, Irsyad, yang tinggal tidak jauh tempat itu, dirinya sempat diberikan zakat oleh kelompok jamaah tersebut. Namun, Irsyad tidak mengetahui siapa-siapa yang ikut menjadi anggota kelompok tersebut. "Mereka datang ke rumah kami kemudian memberikan bingkisan berupa beras sebagai zakat, setelah itu pergi," papar Irsyad.Kapolsek Pajangan Iptu Sukardi mengatakan, polisi patut mencurigai tempat tersebut. Sebab, beberapa waktu lalu, petugas dari Mabes Polri pernah mendatangi tempat tersebut. Namun, tidak ada satu orang pun yang berhasil ditemui. Karena saat ini polisi semakin gencar mengejar kelompok teroris, rumah tersebut kembali diperiksa petugas. "Rumah seperti ini patut kita curigai karena letaknya yang tersembunyi ditengah hutan dan jauh dari pemukiman. Sehingga sulit untuk dipantau," ujar Sukardi.
(ism/)











































