detikNews
Senin 04 November 2019, 18:30 WIB

Kisah Pemadam Kebakaran di Makassar, Jadi Ojol demi Hidupi Dua Anak

Nurcholis Maarif - detikNews
Kisah Pemadam Kebakaran di Makassar, Jadi Ojol demi Hidupi Dua Anak Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Sebelum menjadi petugas pemadam kebakaran di Makassar, Tamsil (33) pernah melakoni segala jenis pekerjaan demi melanjutkan hidup dan keluarganya. Mulai dari kerja serabutan, buruh bangunan, hingga merantau ke luar daerah.

"Pernah merantau ke Jawa Timur, kerja instalasi jaringan karena saya lulusan SMK, tapi dari pekerjaan itu saya tertipu karena setelah pemasangan tidak ada bayaran sama sekali, sampai saya stress dan kembali ke kampung," ucap Tamsil seperti dikutip dari situs resmi Grab, Senin (4/11/2019).

Namun, setelah empat tahun jadi petugas kebakaran, pendapatannya masih belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, apalagi ia merupakan single parent untuk dua anaknya sejak berpisah dengan istrinya enam tahun lalu. Putri sulungnya berusia 13 tahun dan si bungsu 11 tahun.

Sudah empat tahun lamanya, Tamsil menjadi seorang petugas pemadam kebakaran di Kota Makassar. Statusnya sebagai seorang single parent membuatnya harus mencari pendapatan lebih. Pendapatannya sebagai seorang petugas pemadam kebakaran masih tak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Awal 2019, Tamsil akhirnya memutuskan menjadi sopir ojol Grab di Makassar untuk mencari penghasilan tambahan. Dalam kesehariannya, Tamsil kerja piket selama 24 jam, setelah itu dapat libur dua hari. Ia merasa meskipun bekerja sebagai sopir ojol, tetapi tidak mengganggu pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran.


"Awal masuk di Grab itu karena ajakan dari teman yang juga merupakan petugas pemadam kebakaran. Istilahnya biar ada tambahan begitu. Di sisi lain saya juga ada keluarga, ada orang tua, dan dua orang anak yang perlu dibiayai. Akhirnya saya coba dan Alhamdulillah pendapatan dari Grab ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan ada yang bisa disimpan buat tabungan," ucap Tamsil.

Meski baru 9 bulan menjadi sopir Ojol, Tamsil merasa sangat terbantu. Ia mengaku, baru tiga bulan pertama menjadi seorang mitra, ia sudah mampu mencicil motor sendiri. Sisanya, ia menyisihkan penghasilannya untuk membangun rumah.

"Saya bergabung dengan Grab sejak Januari 2019. Jadi awalnya itu saya daftar dan jalankan Grab ini menggunakan motor orang tua. Berselang tiga bulan, Alhamdulillah saya sudah bisa cicil motor sendiri dan daftar ulang dengan motor saya sendiri," ucap Tamsil.

"Jadi merasa terbantu sekali dengan pekerjaan ini. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak saya. Dukungan dari keluarga sebagai seorang pengemudi GrabBike sangat positif. Keluarga pun tentu bangga, saya mampu menyeimbangkan pekerjaan sebagai petugas damkar dan pengemudi GrabBike serta tetap mengutamakan anak-anak dan keluarga," imbuhnya.

Saat menjadi ojol, Tamsil mengatakan tak begitu mengejar target. Menurutnya yang terpenting bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jika dihitung-hitung, dalam sebulan ia memiliki libur rata-rata 20 hari dan waktu itulah yang dimanfaatkannya mencari penumpang.


"Saya mulai narik setelah lepas jaga, sekitar pukul 9 atau 10 pagi. Di hari berikutnya saya mulai setelah salat Subuh sampai sore. Sebelum salat Magrib saya sudah harus di rumah, kalau saya sendiri tidak terlalu berpacu pada target, yang penting ada penghasilan dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, karena di rumah juga ada keluarga yang menunggu. Saya tak mau mengabaikan itu," jelasnya.

Selama sembilan bulan menjadi sopir ojol, Tamsil mengatakan banyak suka duka yang didapatkannya. Mulai dari kesulitan mengoperasikan aplikasi di awal-awal hingga menanggapi ribuan karakter penumpang sudah dihadapinya. Ada penumpang yang baik, ada juga yang sering marah, tetapi menurutnya hal tersebut cukup dibawa santai saja.

"Kadang kita di minta cepat-cepat, apalagi penumpang yang jauh penjemputannya. Disisi lain kita tetap harus jaga konsentrasi dalam berkendara. Ya tergantung dari kita bagaimana kita menyikapi penumpang," ucapnya.

"Saya akan selalu bergabung sebagai pengemudi karena memang penghasilannya sangat menunjang. Selagi kita giat dan rajin, penghasilan pun akan menjanjikan. Dan saya juga akan tetap menjadi petugas pemadam kebakaran karena ini adalah salah satu pekerjaan mulia bagi saya," pungkasnya.


Simak juga video "Petugas Pemadam Berjuang Padamkan Api di California" :

[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com