Penyusup Ruang Otopsi Azahari Ternyata Anggota Bantuan Polisi
Sabtu, 12 Nov 2005 19:45 WIB
Jakarta -
Penyusup yang masuk ke ruang otopsi Azahari, ternyata anggota organisasi bantuan polisi. Tampang penyusup bernama Chairil itu, sudah akrab di kalangan petugas Polsek Kramat Jati yang sedang berjaga di ruang otopsi jenazah Azahari. "Oleh karena itu, Chairil bisa dengan mudah mondar-mandir di dekat ruang otopsi Azahari," ujar Kapolrestro Jakarta Timur Kompol Daniel Tifaona di kantornya, Jalan Pulomas Barat, Sabtu (12/11/2005). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Chairil mengaku sering membantu dua temannya yang menjadi karyawan RS Kepolisian Pusat RS Sukanto, yaitu Yatno dan Mala. Chairil diketahui sebagai petugas keamanan di Cakrawala Security Halim Perdanakusuma. Pria berusia 41 tahun ini ternyata juga seorang anggota kelompok Sadar Hukum, organisasi bantuan polisi. Kecurigaan polisi bermula ketika, ada pria yang bukan dokter tetapi membawa-bawa pisau bedah. Bagaimana Chairil bisa berada di dekat ruang otopsi jenazah teroris kelas kakap itu? Ternyata Chairil memang warga sekitar, yang tinggal di RT 04/05, Kramat Jati. Siang tadi, dia berinisiatif membantu Yatno dan Mala. "Chairil bukan ditangkap, tapi diamankan," lanjut Daniel. Chairil pun membantu dua rekannya yang ditugasi dokter forensik, untuk membuat wadah kotak dari karton. Akhirnya, Chairil menemukan bahan kotak yang diinginkan, yakni karton bekas makanan. Nah, bagaimana cara memotong kotak itu? Chairil pun langsung mengambil pisau bedah dari dalam ruang otopsi. Atas inisiatif yang membawa petaka itulah, Chairil akhirnya memotong karton di dekat wastafel yang berjarak sekitar 20 meter dari pintu ruang otopsi Azahari. Saat itulah, polisi melihat dengan curiga dan mengamankan Chairil. "Kami kini menunggu kedatangan Yatno dan Mala untuk melakukan kros cek," papar Daniel.Tapi, hingga kini belum ada kaitan antara Chairil dengan sejumlah tindakan teroris di dalam negeri, ataupun hubungan antara Chairil dengan DR Azahari. "Tapi sejauh ini belum ditemukan hal yang mencurigakan," jelas Daniel.
(ism/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































