"Jadi biasalah, puasa dulu sebulan. Cooling down dan juga istirahat dulu, silaturahmi. Selama ini kan kayaknya hampir nggak ada waktu. Jadi kemarin ini saya puasa bicara juga sebulan, 1 Oktober sampai 1 November," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh saya akan tetap mengkritisi. Karena sikap kritis itu adalah bagian dari vitamin dari demokrasi. Kalau cara berpikirnya karena ini sudah di koalisi terus tidak boleh mengkritik, saya kira orang itu nggak ngerti demokrasi," ujar Fadli.
Selama menjabat sebagai pimpinan DPR periode lalu, Fadli dikenal selalu keras mengkritik kebijakan Presiden Jokowi. Menurut Fadli, kritik kepada pemerintah akan terus dilakukan sebagai tanda kepedulian kepada bangsa dan negara.
"Yang paling penting kan rasional, yang kita kritik kan sesuatu yang rasional. Sebenarnya kalau mengkritik itu tanda kita sebenarnya sayang. Kalau ada orang mau masuk ke jurang, kita nggak kasih tahu ada jurang, itu sebenarnya orang itu tidak sayang sama bangsa dan negaranya. Jadi mengkritik itu tanda kita punya kepedulian terhadap bangsa dan negara, ketimbang diam apalagi sekadar menjadi penjilat," tegasnya.
Di DPR periode 2019-2024, Fadli ditempatkan di Komisi I yang salah satu mitra kerjanya adalah Kementerian Pertahanan yang dikomandoi oleh Prabowo. Fadli mengatakan dirinya akan memberikan masukan kepada Prabowo dalam rapat komisi meski meyakini Prabowo adalah orang yang ahli di bidangnya.
"Pak Prabowo pasti visinya akan lebih bagus ya. Orang yang pas berada duduk di situ, dan saya kira bisa membawa pertahanan kita mempunyai postur yang kuat. (Beri masukan ke Prabowo) ya lihat situasinya lah. Kalau Pak Prabowo dalam hal itu ahli, saya kira salah satu orang yang paling ahli di bidang itu," pungkasnya.
Tonton juga video Sufmi Dasco Ajukan Fadli Zon Sebagai Ketua BKSAP:
(azr/imk)











































