Hadapi Terorisme, Harusnya Indonesia Seperti Yordania
Sabtu, 12 Nov 2005 16:27 WIB
Jakarta - Masyarakat Indonesia harusnya seperti masyarakat Yordania yang langsung turun ke jalan bersama tokoh-tokoh agamanya melawan terorisme. Di Indonesia ketika terjadi aksi terorisme seperti bom yang terlihat hanya kecaman dari sejumlah tokoh tanpa terjun langsung.Kekaguman terhadap masyarakat Yordania ini disampaikan semua pembicara dan peserta diskusi soal terorisme di Marrios Place, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/11/2005).Salah satu pembicara, Kepala Desk Antiteror Kementerian Politik Hukum dan Keamanan Irjen Anssyad Mbai menegaskan, berakhirnya perjuangan Azahari tidak menjamin bangsa Indonesia terbebas dari teror. "Perang terhadap terorisme bukan dalam konteks kekerasan tapi harus persuasif. Tidak bisa harus dilakukan perang seperti di Irak dan Afghanistan. Justru itu akan memunculkan aksi teror yang lebih besar," ujarnya.Joko Susilo anggota Komisi I DPR yang hadir sebagai pembicara dalam acara itu menyatakan, dalam memerangi terorisme seluruh komponen bangsa harus saling bersatu padu. "Anggaran memerangi terorisme akan diperbesar. Mengingat bahaya ini cukup besar," ujarnya.Aksi terorisme yang terjadi di masyarakat sekarang ini dikarenakan adanya oknum yang sengaja menyebarkan ideologi sesat dan mengatasnamakan agama. "Ideologi inilah yang harus diselidiki dan dikejar," urainya.Salah satu pemimpin FPI, Hilmy Bakar yang juga hadir dalam acara itu mengungkapkan, Azahari sebenarnya dalam organisasi jaringan teroris ini masih menjadi bagian kecil. "Azahari istilahnya masih sersan dan letnannya Noordin M Top. Jadi hirarki di atasnya masih banyak lagi sehingga belum tentu teror ini berakhir," ungkapnya.
(mar/)











































