detikNews
Senin 04 November 2019, 12:16 WIB

Ketua KPK soal Anggaran Lem Aibon DKI: Pasti Ada Kesalahan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Ketua KPK soal Anggaran Lem Aibon DKI: Pasti Ada Kesalahan Ketua KPK Agus Rahardjo (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Kontroversi Anggaran DKI
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo ikut angkat bicara soal kejanggalan rencana anggaran Pemprov DKI Jakarta. Salah satu anggaran yang disorot adalah pengadaan lem Aibon Rp 83 miliar dan anggaran ballpoint Rp 124 miliar.

Agus awalnya memaparkan mengenai e-planning dan e-budgeting yang selama ini diimplementasikan Pemprov DKI. Secara garis besar, perencanaan anggaran akan masuk e-planning, sedangkan penganggarannya diterjemahkan dalam e-budgeting. Agus menyebut perencanaan dan penganggaran dalam 2 sistem itu memang sangat detail.


"Memang detail, memang sampai yang namanya beli alat tulis. Tapi kemudian nggak seperti itu kan. Masa beli lem Aibon sampai sebesar itu? Pasti tidak. Itu pasti ada kesalahan tapi untuk mencapai sesuatu apa itu sebetulnya jelas," ucap Agus di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Agus mengaku belum mengecek langsung pada bagian e-planning untuk sinkronisasi. Namun, menurut hemat Agus, penganggaran lem Aibon hingga nilai itu sepertinya adalah kesalahan.

"Saya belum melihat sejauh itu tapi kalau kita melihat membeli lem Aibon saja kok sebesar itu pasti mungkin ada kesalahan yang mereka tidak melihat perencanaannya," kata Agus.

Beberapa hari terakhir, rencana anggaran DKI tahun 2020 memang menjadi sorotan publik karena ada beberapa anggaran yang dianggap salah atau aneh. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan bahwa sistem anggaran Pemprov DKI itu sering mengalami masalah berupa kesalahan input oleh staf.


Oleh karena itu, Anies mengatakan perlu ada perubahan sistem anggaran digital Pemprov DKI untuk meminimalisasi masalah di anggaran. Ia pun meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi anggaran DKI. Anies mengimbau masyarakat agar membantu mengoreksi kerja Pemprov DKI, bukan meramaikan masalah itu.

"Tapi, ya, itu tadi, kami ini di pemerintah, kalau ada masalah ya dikoreksi, perbaiki. Bukan diramaikan, insyaallah akan segera beres," kata Anies.
(abw/dhn)
FOKUS BERITA: Kontroversi Anggaran DKI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com