Cegah Kerusuhan, Ribuan Polisi Perancis Dikerahkan

Cegah Kerusuhan, Ribuan Polisi Perancis Dikerahkan

- detikNews
Sabtu, 12 Nov 2005 15:20 WIB
Jakarta - Ribuan polisi Perancis dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan memanasnya kembali kerusuhan massal di ibukota Paris. Pemerintah Perancis juga memberlakukan larangan berkumpul atau berserikat bagi warganya selama akhir pekan ini.Langkah pencegahan ini ditempuh sehubungan dengan adanya pesan-pesan yang beredar di internet serta melalui layanan pesan singkat (SMS), yang menyerukan aksi rusuh di Paris. Larangan ini berlaku mulai dari Sabtu (12/11/2005) pukul 10.00 hingga Minggu (12/11/2005) pukul 20.00 waktu setempat. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Sabtu (12/11/2005)."Ini bukan soal mencegah orang untuk berjalan-jalan di Paris atau mengunjungi kota ini. Ini justru supaya warga bisa tetap melakukan pekerjaan mereka sementara polisi juga bisa menangkap para pembuat onar," tegas Kepala Kepolisian Paris Pierre Mutz.Sebelumnya, kerusuhan besar-besaran melanda kota-kota di Perancis. Dalam huru-hara itu, para perusuh menembak polisi dan melemparkan bom-bom bensin ke gereja, sekolah mobil, dan tempat penitipan anak di hampir 300 kota di Perancis. Kerusuhan itu terus berlangsung selama lebih dari dua pekan dan memuncak pada Minggu (6/11/2005) lalu. Namun perlahan intensitas kerusuhan menurun setelah Presiden Jacques Chirac mengumumkan langkah-langkah darurat pada 8 November lalu waktu setempat, termasuk pemberlakuan jam malam.Huru-hara ini terutama meluas di kawasan pinggiran yang diwarnai dengan pembakaran ribuan mobil, pengrusakan toko dan bentrokan di seluruh negeri menyebabkan sedikitnya 36 polisi cedera. Aksi kekerasan ini mulai meletus pada 27 Oktober lalu yang dipicu oleh tewasnya dua remaja di sebuah gardu listrik di pinggiran kota Paris. Sejak itu kerusuhan terus menjalar ke seluruh negeri yang dipelopori oleh kaum muda keturunan imigran, terutama dari Afrika, yang mengeluhkan kesulitan ekonomi dan diskriminasi sosial. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads