Round-Up

Polisi Tunjuk Hidung Satpol PP Soal Rusuh di Tambang Ilegal

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 22:10 WIB
Foto: Petugas Satpol PP saat melakukan razia tambang timah ilegal (Dok. Kapolres Belitung)
Belitung - Penertiban tambang timah ilegal di Bangka Belitung berujung rusuh. Polisi kemudian menunjuk batang hidung Satpol PP.

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan Satpol PP provinsi melakukan penertiban tambang timah ilegal di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sabtu (2/11). Penertiban tambang timah itu diwarnai bentrokan antara penambang dan petugas. Bahkan sempat dilaporkan ada penyanderaan kepada Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah namun kabar itu tidak tepat.

Usut punya usut versi polisi, kericuhan ini terjadi karena Satpol PP yang bertindak arogan. Satpol PP disebut melakukan pembakaran saat razia berlangsung hingga bentrokan terjadi dan menyebabkan kendaraan operasional Wagub rusak.


"Mereka (Satpol PP) tidak melakukan koordinasi, itu yang sangat kami sayangkan," kata Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (3/11/2019).

Adapun benda yang dibakar petugas Satpol PP saat razia, kata Yudhis, ialah mesin tambang. Tindakan itu menurutnya arogan.

"Berawal dari penertiban yang dilakukan Satpol PP Provinsi Babel yang arogan dengan membakar mesin TI (tambang inkonvensional) milik para penambang sebanyak 20 set," jelas Kapolres.


Pembakaran itulah yang memicu amarah masyarakat untuk berbuat anarkis hingga berujung perusakan sejumlah kendaraan, termasuk yang ditumpangi Wagub Babel. Yudhis melanjutkan, para penambang sudah satu minggu tidak bekerja saat penertiban tambang ilegal itu berlangsung.

"Jadi kondisi para penambang tersebut sudah lama tidak beraktivitas," ujarnya.

Apa kata Satpol PP soal tuduhan bertindak arogan dalam penertiban tambang ilegal itu?

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2