detikNews
Minggu 03 November 2019, 21:11 WIB

Bamsoet Ajak Anggota Motor Besar Indonesia Terapkan 4 Pilar Bangsa

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Bamsoet Ajak Anggota Motor Besar Indonesia Terapkan 4 Pilar Bangsa Foto: Dok MPR
Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak anggota Motor Besar Indonesia (MBI) menerapkan empat pilar bangsa. MBI harus menunjukan bahwa melalui hobi otomotif, bisa menjadi saluran meneguhkan ikatan persaudaraan sesama anak bangsa.

"Stigma bahwa dunia otomotif hanya untuk kalangan atas dan tak menjangkau rakyat kecil juga tak selamanya benar. Di sini kita tak pernah melihat status sosial maupun latar belakang SARA, serta profesi pekerjaan. Penyaluran hobi melalui komunitas juga bukan untuk mengotakkan diri, melainkan untuk memudahkan proses tukar pengalaman, tukar pikiran, maupun gagasan. Dari kesamaan hobi inilah kira rajut kesamaan perjuangan untuk memberikan sumbangsih kepada Indonesia untuk lebih maju, adil, dan beradab," ujar Bamsoet dalam acara tasyakuran MBI, di Jakarta, Minggu (3/11/2019).


Pengurus dan anggota Motor Besar Indonesia (MBI) bangga atas dilantiknya Ketua Dewan Pembina MBI Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI. Kepercayaan baru yang diemban Bamsoet sebagai Ketua MPR RI menunjukan bahwa aktivitas hobi, baik itu bermotor maupun lainnya, selama dijalankan dengan proporsional tak akan menganggu pengabdian dalam tugas kenegaraan.

"Masing-masing orang punya kegemaran, entah itu di aktivitas otomotif, olahraga, maupun seni budaya. Karenanya, tak ada yang salah dengan bergabung dalam komunitas hobi. Tak perlu takut hobi menganggu pekerjaan, justru karena memiliki hobi dan terhindar dari stress, pekerjaan bisa dijalankan dengan maksimal," tuturnya.


Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan contoh krusial menjalankan nilai-nilai Empat Pilar yang paling mudah dilakukan bagi anggota MBI. Di antaranya adalah dengan menerapkan keselamatan berkendara, tidak ugal-ugalan, apalagi melanggar peraturan berlalu lintas.

"Jalan raya kita tak ubahnya seperti rimba hutan. Tak jarang kita saksikan pengendara main serobot lampu lalu lintas, motong jalan tanpa perhitungan keselamatan, ugal-ugalan di jalan seenaknya. Padahal, peradaban sebuah bangsa dapat dilihat dari kondisi lalu lintas warganya dalam berkendara di jalan raya. Ketertiban ini memang terlihat sepele, tapi nilainya justru sangat tinggi," pungkas Bamsoet.
(ega/ega)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com