Walkot Hendi Sebut Alste Berkontribusi Memajukan Kota Semarang

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 19:46 WIB
Foto: Dok Pemkot Semarang
Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menghadiri talkshow dan Munas Alste Indonesia (Alumni SMA Negeri 3 Semarang). Menurutnya, sekolah ini telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Semarang karena telah melahirkan pemuda-pemudi yang membanggakan bangsa yang tersebar di tingkat nasional maupun internasional.

"Ini menjadi tonggak lahirnya sebuah sejarah perkembangan kualitas NKRI khususnya Kota Semarang karena alumni Alste ada di tataran elite Indonesia. Mulai dari Kepolisian, TNI, perbankan, hingga berada di antara deretan menteri dalam kabinet seperti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, serta Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11/2019.


Hendi mengatakan pada 1 November 2019 kemarin genap SMA 3 berusia 142 tahun, yang semula bernama SMA Bodjong pada tanggal 1 November 1877. Ia menegaskan bahwa Kota Semarang bangga menjadi bagian dari berdirinya SMA 3 yang telah melahirkan lulusan yang berkualitas.

Seperti saat terbakarnya pasar Johar di tahun 2015, pemerintah tentu perlu mempertimbangkan revitalisasi kawasan ikon Kota Semarang tersebut mengingat biaya yang harus digelontorkan sebesar Rp 720 miliar. Namun karena bantuan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani pasar Johar dapat dibangun kembali melalui APBN.

Tak hanya itu, Retno Marsudi yang aktif dalam komunikasi diplomatik antara Indonesia dan Belanda saat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Belanda berhasil mendorong Pemerintah Kerajaan Belanda untuk mau ikut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan rob dan banjir di Kota Semarang, melalui program kaki kering. Dari semula kawasan banjir diangka 41 persen, kini berkurang menjadi 12%.

Begitu pula seperti yang dilakukan Kukrit Suryo Wicaksono selaku Ketua Kadin Jawa Tengah yang tak hanya turut meningkatkan perekonomian dan pembangunan, beliau juga berhasil mengajak para investor untuk berinvestasi di Kota Semarang.


Statistik menunjukkan di tahun 2010 nilai investasi hanya Rp 1 triliun, namun pada 3 tahun terakhir nilai investasi di Kota Semarang ada di angka Rp 20 triliun ke atas bahkan di tahun 2019 diperkirakan tembus hingga Rp 30 triliun.

"Ini menunjukkan bahwa SMA 3 telah menjadi bagian saudara, sahabat, serta mitra yang tidak bisa terpisahkan atas kemajuan Kota Semarang. Harapannya ke depan para alumni dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota demi tercapainya kemajuan kota kita tercinta ini," tandas Hendi. (ega/ega)