detikNews
Minggu 03 November 2019, 16:34 WIB

Pelabuhan Benoa Bali Bakal Dipercantik Sambut Cruise

Aditya Mardiastuti - detikNews
Pelabuhan Benoa Bali Bakal Dipercantik Sambut Cruise Koster setuju penataan Pelabuhan Benoa jalan lagi. (Dok. Pelindo III)
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster sudah menyetujui desain baru penataan Pelabuhan Benoa yang diusulkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III. Kini Pelabuhan Benoa bakal ditata untuk menyambut kapal-kapal cruise yang datang ke Pulau Dewata.

"Rata-rata sandar kapal cruise itu bersandar 6 hingga 8 jam, sehingga dengan pengelolaan yang profesional, mulai dari upacara penyambutan, atraksi, transportasi ke tempat-tempat wisata menarik dan sentra suvenir di luar pelabuhan, mereka dapat menggerakkan industri pariwisata," kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11/2019).

"Selama ini, kapal-kapal tersebut tidak dapat sandar dan wisatawan harus diangkut dengan kapal-kapal
yang lebih kecil. Itu membuat mereka juga enggan turun ke darat menikmati indahnya Bali," sambungnya.


Doso menambahkan, selain potensi pariwisata, penyediaan logistik untuk kapal menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Apalagi akan ada ribuan wisatawan yang diangkut per kapal cruise yang sandar.

"Kita bisa bayangkan, setiap kapal itu rata-rata mengangkut sekitar 2.000 wisatawan dan 1.500 kru. Selama ini kebutuhan logistik itu mereka cukupi di luar negeri, terutama Singapura. Daging, sayur-mayur, buah-buahan, sampai dengan air bersih, disuplai dari Singapura. Padahal, setiap tahunnya, berdasarkan catatan kami tahun 2019 saja, ada 79 kapal cruise yang bersandar di Pelabuhan Benoa," paparnya.

Asumsinya, jika tiap kapal berlayar 3-4 hari dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya, akan dibutuhkan suplai logistik bagi makan-minum para wisatawan. Doso menyebut peluang itu bisa diambil Bali dengan adanya cold storage di Pelabuhan Benoa.

"Industri perikanan di Pelabuhan Benoa adalah salah satu yang terbesar di Indonesia, terutama pengolahan tuna. Dengan adanya pengembangan kawasan industri perikanan dan pengolahan ikan di Benoa, industri perikanan dan nelayan setempat dapat memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga ekspor tuna dapat ditingkatkan lebih maksimal. Yang fresh bisa langsung dikirimkan melalui Bandara Ngurah Rai, sedangkan yang beku bisa dikirim melalui Pelabuhan Benoa," terangnya.


Dengan kunjungan kapal cruise besar ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan yang datang ke Bali. Apalagi saat ini sudah ada kapal wisata yang dalam sekali angkut bisa memuat 2.000-3.000 wisatawan.

"Apalagi kami sudah mendapatkan informasi bahwa saat ini sedang dibangun kapal pesiar raksasa yang berukuran panjang 320 meter dengan 20 dek tingkat yang mampu mengangkut kurang-lebih 4.000 wisatawan. Nantinya kapal semacam ini juga dapat bersandar di Pelabuhan Benoa," tutur Doso.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah menyetujui penataan ulang Pelabuhan Benoa. Dengan catatan sebagian area di dumping I dan II dijadikan hutan kota serta dibangun area untuk upacara keagamaan.

"Ini prosesnya panjang. Sampai empat kali perubahan sampai dengan desain final. Perubahan desain ini saya yang mengawal langsung, sehingga menampung kebutuhan dan aspirasi masyarakat Bali. Termasuk penyediaan lapangan khusus untuk upacara keagamaan seluas satu hektare," kata Koster.
(ams/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com