Dicap Polisi Arogan soal Razia Tambang Ilegal, Kasatpol PP Babel: Sah Saja

Deni Wahyono - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 14:45 WIB
Konferensi Pers seusai perusakan kendaraan dinas Pemprov Bangka Belitung. (Dok. Antara)
Konferensi Pers seusai perusakan kendaraan dinas Pemprov Bangka Belitung. (Dok. Antara)
Belitung - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bangka Belitung Yamoa'a Harefa tidak mempermasalahkan pihaknya disebut arogan saat menertibkan tambang timah ilegal. Yamoa'a Harefa pun menanggapi hal tersebut dengan santai.

"Ya sah-sah saja mereka ngomong seperti itu," jelas Yamoa'a Harefa kepada detikcom, Minggu (3/11/2019).


Namun Yamoa'a Harefa tidak mau berkomentar terlalu banyak terkait hal tersebut. Pihaknya saat ini sedang membuat kronologis kejadian penertiban tambang timah ilegal di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

"Saat ini kita sedang membuat kronologis kejadian keseluruhan, sedang kita susun semuanya," tambahnya.


Sebelumnya, pihak kepolisian menyayangkan penertiban tambang timah ilegal di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, berakhir ricuh. Polisi menyebut kericuhan ini terjadi karena Satpol PP yang bertindak arogan.

"Berawal dari penertiban yang dilakukan Satpol PP Provinsi Babel yang arogan dengan membakar mesin TI (tambang inkonvensional) milik para penambang sebanyak 20 set," jelas Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (3/11).

Meskipun demikian, usai kerusuhan saat penertiban tambang timah ilegal di Kabupaten Belitung, kini kondisi di tempat kejadian sudah berangsur kondusif. (gbr/gbr)