SMAN 1 Tenggarong Juara 1 LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 14:34 WIB
Foto: Alfi Kholisdinuka
Jakarta - Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang berlangsung di Gedung DPR/MPR Nusantara IV Kompleks Senayan, Jakarta berlangsung seru dan meriah. Sejumlah pelajar yang terdiri berbagai daerah saling beradu pikiran dan gagasannya dalam menjawab pertanyaan seputar wawasan nusantara.

Acara yang dilaksanakan dalam merayakan sumpah pemuda ini tak lupa menghadirkan sejumlah isu yang menarik sehingga mengasah kemampuan nalar kritis peserta. Di antaranya, amandemen negara, soal jabatan Presiden dan Wakil Presiden maksimal tujuh tahun untuk satu periode dan penggunaan pengantar bahasa asing di sekolah-sekolah di Indonesia.


Dalam pantauan detikcom, penonton yang merupakan para peserta pendukung Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2019 ini terlihat begitu antusias dan berdecak kagum dengan gaya argumen dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh pembawa acara. Sesekali mereka memberi tepuk tangan apabila jawabannya benar.

Hal itu juga diakui oleh Anggota MPR Fraksi Golkar Idris Laena yang menyatakan lomba cerdas cermat ini menjadi salah satu sarana bagi pelajar untuk mengenal tentang bagaimana empat pilar MPR itu teraktualisasikan dengan baik. Pandangan peserta LCC diakuinya ini sangat bagus.

"Kami bangga karena ternyata anak-anak kita luar biasa dari SMA negeri yang ikut dari semua provinsi luar biasa mereka dapat memahami dan membacakan, memberikan pandangan-pandangan mereka tentang kegiatan 4 pilar MPR Republik Indonesia ini luar biasa," ujar Idris saat ditemui diakhir acara, di Kompleks Senayan, Jakarta, Minggu (3/11/2019).

Idris yang juga merupakan juri di LCC Empat Pilar ini mengungkapkan pemahaman para peserta ini harus menjadi cermin dalam meningkatkan kecintaan masyarkat terhadap negara. Sebab ia menilai akhir-akhir ini banyak sekali masalah kebangsaan akibat ketidakpahaman tentang nilai-nilai negara.

"Saya kira ini penting sekali untuk menghadapi banyak problem kebangsaan kita terutama soal pancasila. Sehingga dapat menghindari istilah radikalisme ataupun perbedaan-perbedaan tentang ideologi dan lainnya," jelas Idris.


"Karenanya kegiatan ini akan memberikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia. Ayo kita semua rakyat Indonesia pahamin itu, kita tingkatkan nilai-nilai kebangsaan itu supaya menjadi pemahaman kita dan saya kira harus menjadi pemahaman seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Sebagai informasi, gelar juara pada final Lomba Cerdas Cermat ini diraih oleh SMAN 1 Tenggarong Kalimantan Timur, posisi kedua diraih oleh SMAN 2 Sampit Kalimantan Tengah dan juara ketiga SMAN 1 Brebes Jawa Tengah. Juara pertama berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, dan juara ketiga Rp30 juta.

Sementara itu Ketua Tim SMAN 1 Brebes M. Raihan Diki Ramadhan mengungkapkan perasaannya atas hasil yang dicapai timnya. Menurutnya, apa yang berhasil dicapai saat ini patut syukuri, sebab semua adalah hasil dari upaya dan kerja keras yang maksimal.

"Persiapan yang kami lakukan untuk tampil berlomba sangat baik. Kami belajar dan berlatih dengan giat baik dengan tim ataupun secara individu, memprediksi potensi-potensi kesalahan dan menggunakan strategi-strategi yang kami rasa efektif," ungkapnya

Persoalan belum bisa mencapai Juara 1 Nasional, tambah Raihan, itu adalah evaluasi bagi tim dan sekolah, agar lebih bersemangat lagi belajar dan berupaya agar bisa meraihnya dikesempatan yang akan datang.

Terkait penyelenggaraan LCC Empat Pilar, Raihan sangat mengapresiasi MPR karena menyediakan wadah kepada generasi muda bangsa dari seluruh wilayah Indonesia untuk lebih memahami Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di kesempatan yang sama, guru pendamping SMAN 1 Brebes M. Anas Rifai mengungkapkan bahwa persiapan-persiapan, teknik, strategi yang dilakukan semua sudah maksimal. Bahkan makin serius lagi ketika tim berhasil mewakili provinsi ke ajang nasional. Semua materi yang diberikan MPR dipelajari secara intens. Bahkan latihan dilakukan secara periodik seminggu sekali.

"Dari mulai tahap seleksi di provinsi, kemudian masuk nasional, lalu berlaga di Grand Final dan meraih Juara III Nasional adalah tak disangka-sangka oleh kami, sebab setelah lima tahun ikut LCC di provinsi, baru tahun ini sekolah kami masuk nasional di Jakarta dan berhasil menempati Juara III Nasional," ungkapnya. (ega/ega)