Kapolres Belitung Kecewa Berat Tak Diikutkan Razia Tambang Ilegal

Deni Wahyono - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 14:05 WIB
Foto: Petugas Satpol PP saat melakukan razia tambang timah ilegal (Dok. Kapolres Belitung)
Foto: Petugas Satpol PP saat melakukan razia tambang timah ilegal (Dok. Kapolres Belitung)
Belitung - Pihak kepolisian tidak dilibatkan dalam penertiban tambang timah ilegal yang berakhir ricuh di Kabupaten Beliung, Babel. Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana merasa kecewa karena seolah-olah TNI-Polri dianggap tidak bisa dipercaya.

"Ya, makanya seolah-olah sepertinya kami dianggap tidak bisa dipercaya," ungkap Yudhis Wibisana kepada detikcom, Minggu (3/11/2019) saat dikonfirmasi.


Menurutnya, pihaknya juga sudah sering melakukan razia gabungan antara Polres Belitung, Kodim 0414 dan Satpol PP Belitung serta muspika setempat.

"Termasuk kawasan di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupatan Belitung yang berakhir keributan, sudah dilakukan razia bersama Polsek dan Koramil serta kecamatan," ujarnya.

Saat disinggung soal alasan pihak Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan Satpol PP tidak mengikutsertakan Polres Belitung dan Kodim 0414, Kapolres tidak berbicara banyak.

"Katanya takut bocor, padahal kita sudah sering melakukan penertiban tambang timah ilegal," tegasnya.


Pasca keributan itu, Polres Belitung, Bangka Belitung (Babel), memeriksa sejumlah orang terkait bentrok penertiban tambang timah ilegal di aliran Sungai Sengkelik, Desa Sijuk Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Ada 10 orang yang diperiksa.

"Ada 10 orang sementara yang dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polres, 5 dari masyarakat dan 5 Satpol PP," jelas AKBP Yudhis.



Tonton juga 'Penertiban Tambang Ilegal di Babel Diwarnai Bentrokan':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)