Marah Gubernur Sugianto Sabran, Kecewa Sistem Perwasitan

Herianto Batubara - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 06:00 WIB
Foto: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di stadion usai pertandingan (Asep/Diskominfo)


AKBP Timbul menegaskan setelah momen itu tidak ada persoalan lagi dengan Sugianto. "Selesai kegiatan, langsung minta maaf kok gubernurnya," ucapnya.

detikcom kemudian meminta penjelasan kepada Sugianto. Dia mengatakan pertandingan tersebut berjalan tidak seperti yang dia harapkan. Wasit yang memimpin pertandingan menurutnya tidak profesional. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib.

"Saya kepinginnya melihat permainan yang cantik oleh kedua tim antara Kalteng Putra vs Persib. Saya kurang tahu menit keberapa. Tapi sejak awal Wasit yang memimpin pertandingan tidak fair," kata Sugianto saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/11).

"Kalau Persib yang melakukan pelanggaran diingatkan saja, tapi ketika Kalteng Putra langsung melakukan pelanggaran diberikan kartu kuning dan ini terjadi beberapa kali kali sampai pada akhirnya pemain Kalteng Putra diberikan kartu merah. Kan persib yang melakukan kesalahan kenapa kartu merah diberikan sepihak dan Kalteng Putra beberapa kali permainan dirugikan oleh wasit. Kalau nggak salah 4 kali," sambungnya.


Sugianto berharap aksi pelemparan botol tersebut tidak dijadikan polemik. Dia mengatakan, lebih dari itu dirinya sebenarnya resah akan kondisi sepakbola di Indonesia yang menurutnya masih bermasalah.

"Sebetulnya itu cuma mengingatkan. Wajar menurut saya daripada masyarakat Kalteng yang marah dan bebrapa kali tidak pernah berubah. Mau jadi apa persepakbolaan Indonesia kalau begini terus kepemimpinan wasit dan PSSI tidak berani mengambil tindakan tegas," jelasnya.

Selain itu, Sugianto juga memberi penjelasan soal video dirinya marah kepada AKBP Timbul Siregar. Dia juga meminta peristiwa tersebut tidak dibesar-besarkan karena menurutnya tidak ada masalah.

"Mengenai Kapolres itu, Beliau yang menunjuk dan meminta saya turun. Saya turun waktu itu. Sebetulnya nggak ada masalah. Saya kan bapaknya Pak Kapolres juga, jadi sangat bijak saya datangi dan meminta maaf. Tapi bukan karena saya salah," ujarnya.

Sugianto menambahkan, inti dari peristiwa tersebut adalah wujud keprihatinannya terhadap kondisi persepakbolaan di Indonesia. Dia berharap ke depan masa depan sepakbola di Indonesia bisa lebih baik dan profesional.

"Prihatin dengan keadaan sepakbola Indonesia. Saya berpikir pemerintah daerah capek-capek mengurus bola, oknum di PSSI dan wasitnya tidak pernah berubah," ucapnya menyesalkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3