detikNews
2019/11/01 17:19:20 WIB

Wacana Larangan Cadar, BNPT Minta Penampilan Tak Dikaitkan Radikalisme

Alfons - detikNews
Halaman 1 dari 2
Wacana Larangan Cadar, BNPT Minta Penampilan Tak Dikaitkan Radikalisme Suhardi Alius (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius angkat bicara tentang wacana larangan cadar di kantor institusi pemerintah. Suhardi meminta radikalisme tak dikaitkan dengan penampilan.

"Jangan mengasosiasiakan sikap, perilaku dari tampilan fisik, itu kan Pak Mahfud (Menko Polhukam) pesan begitu dan saya sependapat. Tidak bisa kita lihat dengan cara tata busana, kemudian berjenggot, celana cingkrang, tapi itu masalah ideologi," kata Suhardi di kantor BNPT, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).



Suhardi mengatakan pikiran radikal tidak bisa dinilai lewat penampilan seseorang. Meski demikian, Suhardi mengaku tak masalah jika ada aturan berpakaian tertentu di lembaga lain.

"Bisa saja orang berpakaian rapi seperti orang banyak tapi pikirannya sudah keras. Nah ini harus kita rumuskan dengan baik. Tidak boleh kita men-judge seperti itu, tapi kan yang disampaikan Menag kan bagaimana itu berlaku di lingkungan lembaga negara, tentu ada aturannya," ucap Suhardi.

Suhardi juga menyebut akan membahas permasalahan ini dengan lembaga terkait. Menurutnya lebih baik jika orang Indonesia mengikuti kultur Indonesia dalam berpakaian.

"Saya akan bertemu setelah ini. Saya juga akan minta pendapat. Tapi yang jelas Pak Mahfud kemarin itu jelas bahwa tolong jangan menstigmakan itu, jangan mengasosiasikan radikal itu dari tampilan fisik. Ini kan masalah kultur, saya tiap pagi itu ngantar orang tua ke masjid pakai sarung, koko," ujar Suhardi.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com